Menyambut hari jadi IABIE yang ke -4 pada tanggal 2 Agustus 2017 & Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-72. IABIE terus buktikan komitmennya membangun Indonesia.

FABANA.id-Jakarta. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Umum IABIE, Bimo Sasongko kepada Fabana.id. Menurutnya, segenap anggota IABIE bertekad melanjutkan peran sejarah BJ Habibie sejak menjadi penggerak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman pada 1956.

Bimo menjelaskan, saat itu sebagai pengurus PPI BJ Habibie memiliki obsesi dan visi pembangunan yang detail. Sejak saat itu PPI mulai menyiapkan wahana bangsa diberbagai bidang. Seperti bidang kedirgantaraan, maritim, ketenagalistrikan, dan wahana industrialisasi lainnya.

Wahana merupakan sarana dan prasarana yang strategis untuk pembangunan bangsa yang bertumpu kepada prinsip kemandirian. Sepanjang kariernya BJ Habibie telah mempersiapkan berbagai wahana industrialisasi dan pusat Iptek serta meletakkan tonggak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ( Hakteknas ) yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus.

“Saat ini kami sedang melakukan reinventing program pengiriman kembali lulusan SMA ke luar negeri dengan skema yang sesuai dengan kondisi sekarang serta memberikan solusi ke Pemerintah terkait dengan pengiriman lewat skema offset,” jelas Bimo.

Bimo meneruskan, bahwa kebijakan Presiden Joko Widodo memacu pembangunan infrastruktur memerlukan dukungan banyak SDM ahli dibidang teknis maupun pembiayaan. Sehingga pembangunan infrastruktur bisa terwujud dengan kualitas yang baik dan bisa berlanjut tanpa kendala yang berarti diwaktu mendatang.

Selain itu pembangunan berbagai proyek infrastruktur perlu melibatkan aspek audit teknologi yang bertujuan untuk mengendepankan kepentingan komponen lokal dan melibatkan seluas-luasnya tenaga kerja lokal.

“Pemerintah hendaknya tidak memberikan cek kosong begitu saja kepada pengusaha asing untuk memilih dan menentukan sendiri spesifikasi teknologi yang akan diterapkan di negeri ini,” jelas Bimo.

IABIE selama ini juga ikut  berperan menjaga kedaulatan wilayah RI lewat pengurus dan anggotanya yang memiliki kompetensi untuk integrasikan sistem radar nasional.  Untuk meneguhkan wawasan Nusantara yang kini sangat tergantung kepada SDM yang menguasai infrastruktur pemantau yang andal dalam menjaga wilayah negara.

Sistem pemantau  terintegarsi dalam C4ISR ( Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissanse ) yang mengedepankan  drone atau pesawat tanpa awak dan sebaran radar di titik-titik rawan. Seperti yang ditekankan oleh pemerintah.

“Anggota IABIE telah membangun radar yang canggih dan teknologinya sudah dikuasai. Hal itu ditunjukkan oleh anggota yang kini menjadi CEO PT Dua Empat Tujuh yang selama ini fokus usahanya rancang bangun radar,” tutup Bimo.