img-20161006-wa0000Pemain sepak bola besar biasanya identik dengan gaya hidup glamor, seperti menegak anggur atau sampanye mahal, bergonta-ganti pasangan, dan melakukan seks bebas. Namun premis itu ternyata tak berlaku untuk bek baru Arsenal, Shkodran Mustafi.

Shkodran Mustafi, pesepakbola berkewarganegaraan Jerman ini bermain untuk klub Arsenal. Bermain pada posisi bek, ia diboyong dari klub terdahulunya, Valencia dengan nilai transfer 35 juta pound sterling atau setara dengan Rp 616 miliar.

Dalam wawancara dengan laman The Sun, bek berdarah Albania kelahiran Jerman itu mengaku tak pernah sekali pun menegak minuman beralkohol dalam hidupnya. Hal itu dilakukan karena dia adalah muslim yang taat.

Mustafi menceritakan, dia pernah menolak ikut dalam konferensi pers Valencia, klub lamanya sebelum bergabung dengan Arsenal, karena masalah minuman beralkohol. Saat itu, di meja tempat dia akan berbicara, terpampang sebotol bir merek Estrella.

Namun dia terpaksa mengalah karena Valencia memiliki kontrak dengan Estrella, yang merupakan sponsor utama klub itu. Botol itu diharuskan terlihat kamera dalam konferensi pers.

“Akhirnya, botol itu tetap di tempatnya, tapi pihak klub dan perusahaan itu meminta maaf kepada saya karena mereka paham bahwa saya adalah muslim. Dan sebagai muslim, minuman beralkohol tak diperbolehkan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Sebagai muslim, Mustafi juga mengaku selalu menjalankan salat lima waktu di tengah rutinitasnya sebagai pemain sepak bola. Namun dia mengaku sempat kesulitan menjalankan ibadah puasa Ramadan saat Piala Eropa lalu. Menjadi muslim sangat penting baginya, lebih penting dari apa pun, walaupun terkadang saat bepergian membuat Mustafi kesulitan melakukan salat.

“Pada saat Piala Eropa, saya sangat kesulitan, karena itu digelar di tengah Ramadan, sementara tak mungkin saya mengurangi makanan dan cairan yang saya konsumsi.” Bagi Mustafi, Islam sangat penting bagi kariernya. Dengan Islam pula, karir Mustafi terus meningkat.

“Pada akhirnya, saya hanyalah satu di antara banyak orang di bumi ini yang mencoba mencari surga. Itulah tujuan saya. Dan jika saya bermain buruk, itu bukanlah akhir dari dunia,” tuturnya.

Perjalanan Mustafi dimulai dari klub Sampdoria Italia, saat perhelatan piala 2014 ia masuk dalam skuad Jerman menggantikan Marco Reus saat cidera di detik-detik akhir kompetisi. Walau saat itu posisinya sebagai pemain lapis kedua, sebanyak tiga kali Mustafi berkontribusi untuk Die Mannschact.