sumber: istimewa

sumber: istimewa

Drs. K.H. Rusydi Bey Fannanie, Putra dari K.H. Zainuddin Fannanie (Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor), Sabtu (7/1/2017) siang pukul 13.59 WIB, menghembuskan nafas terakhir di usia 81 tahun. Kepergian beliau menjadi duka mendalam bagi keluarga, santri, guru, dan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor.

Kiai Rusydi, sapaan akrab beliau, pada Jumat dan Sabtu (6-7/1), sebagai salah satu Anggota Badan Wakaf Gontor, masih mengikuti Sidang Badan Wakaf ke-79. Beliau turut menjadi saksi salah satu momen bersejarah, yakni ditandatangani dan disetujuinya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Badan Wakaf oleh seluruh Anggota. Dan Kiai Rusydi, turut mendatangani AD dan ART tersebut.

Usai sidang, sekitar pukul 13.00 WIB, beliau minta diantar ke kamar mandi, untuk buang air besar, mandi, dan bersih-bersih. Keluar dari kamar mandi, beliau minta untuk diganti semua pakaian dan sandalnya dengan yang baru dan bersih. Kemudian duduk di atas tempat tidur dengan kondisi nafas cepat, lalu menjatuhkan kepala dan badan di lengan dan pangkuan putri beliau, Ustadzah Ruskiah Oktavia. Kiai Rusydi di-talqin dan dituntun untuk mengucapkan kalimat tahlil, alhamdulillah, beliau dapat mengucapkannya dengan baik. Lalu, beliau menarik nafas panjang dan menutup mata. Saat dibawa ke RS. Darmayu, Ponorogo, beliau dinyatakan meninggal dunia.

Kiai Rusydi meninggalkan seorang istri, 9 orang anak, dan 21 cucu. Di mana salah satu putra beliau adalah Ustadz Husnan Bey Fannanie, Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan. Selain itu, Kiai Rusydi, menurut catatan, telah menyelesaikan studi S1 Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia.

“Kepergian Kiai Rusydi indah sekali. Beliau menyelesaikan rentetan acara Sidang Badan Wakaf, ikut menandatangani AD dan ART Badan Wakaf, meninggal di tempat yang mulia, dan dimakamkan di sanding makam ayahanda, K.H. Zainuddin Fannani,” tutur K.H. Hasan Abdullah Sahal, Ahad (8/1) pagi, saat melepas keberangkatan jenazah sebelum dishalatkan di Masjid Jami’ oleh para santri.

Semoga segala amalan almarhum diterima oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

Sumber: gontor.ac.id