Dunia pendidikan Indonesia berkabung. Seorang guru meninggal setelah dipukul dan dianiaya oleh muridnya sendiri, sebab tidak terima ditegur oleh sang guru setelah sebelumnya beberapa kali diperingatkan akibat berulah tidak baik saat kegiatan pembelajaran seni yang diajar oleh beliau, Pak Budi

Fabana.id- Dunia pendidikan Indonesia berkabung. Seorang guru meninggal setelah dipukul dan dianiaya oleh muridnya sendiri, sebab tidak terima ditegur oleh sang guru setelah sebelumnya beberapa kali diperingatkan akibat berulah tidak baik saat kegiatan pembelajaran seni yang diajar oleh beliau, Pak Budi. Sesuai dengan nama beliau, semoga segala budi baik dan pahala yang telah Pak Budi torehkan mengantarkan ke tempat mulia di sisi Allah.

Bagaimanapun keadaan anak, tidak lepas dari tanggung jawab kedua orang tua. Betapa banyak dari orang tua setelah memasukkan anaknya di sebuah lembaga pendidikan, seakan dia lepas tangan. Menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak hanya kepada guru yang bersama anak saja hanya beberapa jam di sekolah. Padahal, di manapun seorang anak belajar, tetap guru utama dalam hidupnya adalah kedua orang tuanya.

Ibarat asupan makan yang setidaknya tiga kali dalam sehari untuk anak, tetap saja sarapan pagi dan makan sore mereka berada di rumah bersama orang tua. Di sekolah dia hanya mendapat makan siang. Tanpa makan siang pun sebenarnya tidak terlalu bermasalah bagi tumbuh kembang seorang anak, jika sarapan pagi dan makan sore dia sudah baik, bergizi dan tercukupi.

Begitu pula dengan pendidikan di sekolah, hanya menambah pendidikan dan materi yang belum bisa dilakukan orang tua kepada anak di rumah. Sekolah utama anak bagaimanapun adalah rumah. Dan kedua orang tuanyalah guru utamanya. Yakinlah, jika seorang pendidik utama anak atau orang tua, telah menjalankan perannya dengan baik di rumah, sedini mungkin, pasti di mana, kapan dan bagaimanapun seorang anak akan baik.

Rumah kitalah sungguh sekolah utama bagi seorang anak. Maka, jika didapati seorang anak nampak bermasalah dalam beragam hal di sekolah, bisa dipastikan pasti akibat dari pola asuh orang tua yang salah. Pola asuh yang salah itulah yang di kemudian hari menjadikan seorang anak bermasalah.

Mari kita sebagai orang tua, jalankan peran dan fungsi sebaik mungkin di rumah, yang merupakan sekolah utama bagi anak-anak kita. Jika pendidikan moral, akhlak, dan kasih sayang dari kedua orang tua untuk anak-anak terpenuhi, suri telauladan mereka dapati dari kedua figur orang tua mereka di rumah. Yakinlah, sekolah hanyalah ibarat makanan cemilan bagi mereka, karena makanan bergizi telah mereka perolah di rumah.

Pendidikan akhlak dan agama seorang anak yang diperolah dari kedua orang tua di rumah itulah yang akhirnya menjadi benteng dalam pergaulan bersama teman-teman di lingkungan kehidupannya. Dan akan menjadi sikap serta akhlak yang akan dibawa ke manapun, bahkan hingga kapanpun dan bagaimanapun kelak di perjalan hidupnya.

Oleh: Syamsul Bahri, Pendiri Yayasan Ashabun Najah. Bimbel An-Najah. TPQ An-Najah, Banyuwangi