Fabana – Peringkat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta di level dunia naik ke posisi 402 dunia dari sebelumnya di peringkat 501 berdasarkan riset dari Lembaga pemeringkat perguruan tinggi dunia Quacquarelli Symonds.

“Prestasi ini sukses diraih berkat kerja keras seluruh sivitas akademika UGM dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi,” kata Kepala Kantor Jaminan Mutu (KJM) UGM, Prof Indra Wijaya Kusuma melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Kamis.

Indra mengatakan pada tahun ini sebenarnya UGM ditargetkan oleh Kemenristek Dikti untuk masuk ke peringkat 500 besar dunia. “Jadi dengan naik ke peringkat 402 dunia, UGM sebenarnya sudah melampaui target,” kata dia.

Indra mengatakan pemeringkatan perguruan tinggi secara internasional ini menjadi salah satu bentuk pengakuan dunia internasional atas kualitas penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi yang dapat meningkatkan reputasi dan peran Perguruan Tinggi dalam pengembangan IPTEKS.

Untuk menjaga kesinambungan program peningkatan kualitas, UGM melalui tim khusus yang menangani pemeringkatan telah menjalankan berbagai program yang terbagi menjadi 3 bagian utama, yakni

“Brand Equity”, “Integrasi Data”, dan “Academic Internationalization”.

Beberapa program yang cukup berpengaruh terhadap peringkat UGM versi QS, kata dia, di antaranya kegiatan “summer course” dan “visiting scholar” yang dapat meningkatkan reputasi akademik, peningkatkan jumlah publikasi, serta berbagai kegiatan untuk meningkatkan “employer reputation” seperti malam sahabat dan pertemuan alumni.

Menurut Indra, laporan yang dikeluarkan oleh QS menyatakan bahwa aspek reputasi akademik menjadi indikator terkuat dari UGM.

Pada tahun ini, UGM berhasil menunjukkan peningkatan dalam penilaian terhadap reputasi akademik menempati peringkat 203 dengan nilai 48.8 dari tahun sebelumnya di posisi 244 dunia dengan nilai 40.9. “Berhasil unggul dari Universitas Indonesia (UI) yang pada tahun sebelumnya menempati posisi di atas UGM,” kata Indra.

Indra menjelaskan, penilaian terhadap reputasi akademik ini diperoleh dari hasil survei tahunan yang dilakukan oleh QS yang dirilis pada Kamis (8/6). Survei itu dirancang untuk mengevaluasi persepsi akademik dari seluruh dunia terkait institusi terbaik dalam hal riset. Dalam edisi tahun ini, QS memperoleh lebih dari 75.000 respons yang terekam secara global.

Ke depan, menurut dia, UGM memiliki tantangan untuk meneruskan kemajuan pencapaian pada tahun ini demi kesinambungan peningkatan kualitas. Untuk itu, menurut Indra, perbaikan harus terus dilakukan di semua aspek.

“Semua aspek harus ditingkatkan, terutama riset, publikasi, dan sitasi UGM. Selain itu, perlu ada penambahan dosen, serta menaikkan reputasi akademik dan employer,” kata dia.

Sumber: Antara