“Puus, kita sudah siap untuk tidur”

“Iya Diva, karena kita sudah mencuci kaki dan tangan kita,”

“Dan juga sudah menggosok gigi,”

“Pus, sepertinya ada yang kelupaan deh,”

“Apanya Diva?”

“Oh, iya Pus. Kita belum berdoa,”

 

FABANA.id. Di atas adalah penggalan percakapan Diva dan kucing putih peliharaannya yang bernama Pupus. Cuplikan percakapan tersebut merupakan pembuka dari pengenalan doa sebelum dan sesudah tidur. Dengan animasi yang lucu, atraktif dan menggemaskan, PT Kastari Sentra Media berusaha memberikan hiburan yang sudah patutnya dinikmati oleh anak-anak lewat bendera Kastari Animation.

Selain doa sehari-hari, Kastari Animation juga memproduksi berbagai lagu anak-anak. Baik itu lagu lama yang di produksi ulang, maupun lagu-lagu baru yang diciptakannya. Mulai dari lagu Burung Hantu, Balonku, Ayah-Ibu, Tek Kotek-kotek, Aku Seorang Kapiten hingga lagu kebangsaan seperti Bendera Merah Putih.

Melalui serial ini Kastari Animation berikhtiar supaya anak anak Indonesia mendapatkan tontonan kartun anak produksi asli Indonesia yang menarik dan mendidik. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai pilihan tayangan yang mendidik dan menghibur.

Seperti animasi berjudul Asmaul Husna, dengan animasi yang sederhana tersebut, Kastari Animation berhasil memperkenalkan nama-nama Allah sejak dini kepada anak-anak. Setidaknya bagi anak-anak yang lahir dari para kaum urban. Atau bahkan orang tua di desa-desa juga sama?

 

Sebab, di era digital saat ini. Dengan berbagai alasan seperti kesibukan dan sebagainya, nyaris orang tua tidak ada waktu untuk memperkenalkan Tuhan Yang Maha Esa, apalagi mengajari Alif-Ba-Ta, ABCD apalagi tulisan bahasa daerah seperti Ho-No-Co-Ro-Ko (bahasa daerah.-Jawa red) sejak dini kepada anak-anaknya.

Semangat kebangsaan juga diperkenalkan oleh perusahaan animasi dan multimedia yang berdiri sejak tahun 2004 ini. Bersama teman temannya dengan latar belakang suku dan agama yang berbeda, Mona, Febi, Putu dan Tomi, banyak konflik seru yang terjadi setiap hari. Ada nilai moral dan pesan positif untuk anak-anak Indonesia yang disajikan di setiap episode Diva The Series.

Sejauh ini, berdasarkan penelusuran di channel You Tube, Kastari Animation telah memproduksi puluhan film animasi yang sangat edukatif dan islami. Setiap film rata-rata di tonton lebih dari 200 ribu tayangan. Bahkan ada yang mencapai lebih dari 700ribu.

Alhasil, suguhan tayangan dari Kastari Animatin ini dapat menjadi pengganti ‘peran’ orang tua dalam rumah. Setidaknya dengan hadirnya tayangan sejenis di You Tube Channel dapat memperkenalkan anak-anak kita sebagai penerus bangsa Indonesia sesuai dengan masa perkembangannya.

Bukannya membiarkan anak-anak bergoyang dan mendendangkan lagu-lagu dewasa, seperti lagu Despacito yang bisa dinikmati oleh segala umur. Tapi jika kita tidak peka, ada beberapa penggalan lirik yang kurang pantas untuk dinyanyikan oleh anak-anak.

Baca juga. Despacito Untuk Segala Umur

Dan berbagai lagu-lagu yang belum saatnya anak-anak menikmatinya. Tapi, bagaimana lagi, semua multimedia kita sudah diwarnai dengan suguhan tayangan seperti itu, mudah diakses, gratis pula. Apapun kondisinya, sebagai pendidik, orang tua sudah sepatutunya kita peduli dan peka terhadap pendidikan anak-anak kita.

Bukan acuh, apalagi malu untuk mendidik, mengasuh dan ngemong anak kita sendiri. Baik guru formal di sekolah maupun orang tua, quote dari Salamyogyakarta ini bisa menjadi perenungan kita bersama terkait anak didik.

“Minimal dua belas tahun, waktu dihabiskan untuk bersekolah. Masa yang lama dan menjemukan jika hanya sekadar duduk, mencatat dan mendengarkan  guru khutbah di depan kelas,”

 

Usikum Wa iyya ya…