Selain tebar hewan qurban, program jangka pendek yang menjadi tantangan berikutnya bagi pengurus Yayasan adalah mencari lahan tanah wakaf di daerah Bogor dan membebaskannya untuk sekretariat yayasan.

 

FABANA.id-Bogor. Setelah menyelesaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepanitiaan HalalBiHalal Alumni 10 Windu, beberapa perwakilan panitia melanjutkan rapatnya di Rancabungur Bogor pada Jumat 4 Agustus 2017. Sebelum rapat dimulai panitia mengadakan acara sparing futsal bersama tim Pondok Pesantren Rafah.

“Acara fustal berlangsung dari pukul tujuh sampai setengah sembilan malam. Setelah itu, kami berlanjut pada diskusi mengenai kelanjutan Yayasan Alumni 10 Windu,” jelas Muhammad Irsyad kepada Fabana.id beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya, secara tertulis panitia membagikan laporan keuangan acara kepanitiaan HalalBiHalal. Dalam catatannya, jumlah dana yang terkumpul senilai Rp 15.750.000 dan pengeluaran sebesar Rp 14.487.700. Jadi total sisa dana sebesar Rp 1.263.300.

Untuk acara HalalBiHalal sendiri, panitia mendapat bantuan dari JNE senilai Rp 20 uta yang dibagikan kepada 83 anak yatim dan dhuafa dalam bentuk uang tunia dan peralatan sekolah saat acara berlangsung.

Tambahan dana lainnya bersumber dari sumbangan peserta HalalBiHalal dengan jumlah dana mencapai Rp 2.200.000. Jadi, total dana yang terkumpul sebesar Rp 3.463.300.

Irsyad menambahkan, acara rapat yang selesai pada pukul 00.30 tersebut menghasilkan beberapa rumusan. Diantaranya, pembubaran panitia HalalBiHalal dan berlanjut pada musyawarah program jangka pendek pengurus Yayasan Alumni 10 Windu.

Salah satu program jangka pendeknya adalah, pembentukan kepanitiaan qurban. Yang diketuai oleh Luxman Murrobi dan didampingi oleh wakil ketua Seto Setiyo Putro. Rencananya, panitia qurban akan mensosialisasikan program tersebut kepada seluruh komunitas Alumni 10 Windu Pondok Gontor dan juga masyarakat umum lainnya.

“Tidak hanya untuk komunitas Alumni 10 Windu Gontor saja. Masyarakat umum juga bisa ikut berqurban lewat kami melalui Rekening Bank Syariah Mandiri 776 680 2006 a/n Yayasan Alumni 10 Windu. Setelah terkumpul baik shodaqoh qurban berupa uang maupun hewan qurban, qurban akan ditebar ke wilayah teman-teman yang memang daerahnya membutuhkan, jadi bukan hanya di Bogor,” lanjut Luxman.

Selain tebar hewan qurban, program jangka pendek yang menjadi tantangan berikutnya bagi pengurus Yayasan adalah mencari lahan tanah wakaf di daerah Bogor dan membebaskannya untuk sekretariat yayasan.

“Pencarian tanah wakaf terus belanjut, termasuk penjaringan donasi untuk pembebasan tanah wakaf yang akan digunakan sebagai kantor yayasan,” jelas Luxman yang menjadi penanggung jawab pencarian tanah wakaf.