Fabana.id. Sobat Fabana yang dicintai Allah. Bicara tentang pondok pesantren, tulisan ini mungkin cocok buat kamu yang sedang galau menentukan mau masuk pondok pesantren atau tidak. Nah, bagi kamu yang sedang browsing-browsing di internet untuk mencari tahu kehidupan di pondok pesantren, baca lebih lanjut tulisan ini ya.

Apa itu Pondok Pesantren?

Istilah “pondok pesantren” sudah tidak asing lagi di telinga. Ada yang berpendapat positif ada juga yang negatif. Sebagian dari kamu mungkin berpendapat kalau di pesantren itu kuno, banyak peraturan, tidak bebas, terkekang seperti di penjara dan lain sebagainya. Pendapat seperti ini juga dulu pernah dirasakan oleh Ahmad Fuadi (Penulis Novel, Negeri 5 Menara) dan Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama) sebelum mereka masuk pesantren. Namun nyatanya, kesuksesan yang mereka raih saat ini adalah buah dari proses pendidikan ala pesantren.

Kamu juga bisa merasakan betapa istimewannya mondok di pesantren, tentunya setelah menjadi alumni pondok pesantren tersebut. Supaya lebih memperkokoh keyakinanmu untuk mondok di pesantren, kamu harus tahu dulu pengertian pondok pesantren dan nilai plus belajar di pesantren.

Kalau dilihat dari pengertian pondok pesantren menurut K.H. Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pondok Modern Gontor adalah Lembaga Pendidikan Islam dengan sistem asrama, Kyai sebagai sentral figurnya, dan masjid sebagai titik pusat kejiwaannya.

Lingkungan pondok pesantren memang dirancang sedemikian rupa hanya untuk kepentingan pendidikan. Oleh karena itu ada peraturan (nizhom), pengajaran (ta’lim) dan pendidikan (tarbiyah). Peraturan dibuat untuk membiasakan para santri hidup disiplin. Disiplin dalam segala hal, terutama disiplin sholat tepat waktu dan berjamaah. Dengan adanya peraturan, kebiasaan-kebiasaan buruk dan kurang bermanfaat akan berubah menjadi kebiasaan-kebiasaan yang baik dan positif, sehingga akan akan tertanam dalam dirinya kebaikan spiritual (spiritual quotient).

Adanya pengajaran juga untuk meningkatkan intelektual para santri (intellectual quotient). Para santri tidak hanya dibekali ilmu agama yang baik saja, tapi juga dibekali ilmu umum, baik itu sains, teknologi, dan berbagai macam keterampilan (skill), kerajinan (handicraft) maupun kesenian (art). Sehingga ilmu yang mereka miliki, nantinya bisa bermanfaat untuk agama, masyarakat dan negara.

Akan tetapi semuanya itu belum lengkap kalau tidak ada pendidikan. Pendidikan merupakan elemen yang paling penting dalam sebuah pondok pesantren. Tidak heran, kalau Pondok Pesantren Gontor lebih mengedepankan pendidikan dari pada pengajaran. Dengan adanya pendidikan moral (akhlak), mental dan karakter, para santri akan dibentuk emosionalnya (emotional quotient). Yaitu melalui sistem pendidikan berorganisasi, mau mengemban amanah, siap bertanggung jawab dan ikhlas.

 

Nilai Plus Mondok di Pesantren

Nah, masuk pada pembahasan inti. Apa nilai plus mondok di pesantren? Ada beberapa poin yang harus kamu ketahui supaya lebih yakin lagi masuk pondok pesantren. Berikut ini nilai plusnya:

  1. Banyak jaringan (networking)

Tinggal di pondok pesantren tentu akan banyak mengenal lebih banyak teman. Teman-teman di pesantren rata-rata datang dari berbagai macam daerah, dengan watak dan karakter yang berbeda. Pondok pesantren yang sudah besar seperti Tebuireng, Gontor, Lirboyo dan lain sebagainya, mereka sudah memiliki santri ribuan. Bayangkan jika kamu masuk pondok pesantren tersebut, tentu kamu akan memiliki banyak teman di seluruh Indonesia bahkan dunia.

  1. Suka hidup gotong-royong

Kenikmatan hidup di pondok pesantren adalah gotong-royongnya. Melatih diri untuk bisa hidup bermasyarakat dengan baik. Peduli dengan sesama, yang muda menghormati yang tua, yang tua menyayangi yang muda.

  1. Bisa menghadapi masalah dengan baik

Kalaulah kamu bisa me-manage waktu, belum tentu kamu bisa me-manage masalah dengan baik. Apa itu management masalah? Setiap orang punya masalah, namun terkadang orang tidak bisa menghadapi masalah tersebut dengan baik. Contohnya ada masalah di kantor (masalah pekerjaan), ketika ia pulang ke rumah anak dan istri menyambutnya dengan ceria, namun tak ada senyum di wajahnya karena masih memikirkan masalah di kantornya.

Para santri sangat diuntungkan sekali dengan lingkungan di pondok pesantren. Kegiatan pondok yang sangat dinamis membentuk para santri untuk bisa me-manage masalah yang mereka hadapi dengan baik.

  1. Master language

Keunggulan di pondok pesantren adalah bilingual-nya, terutama bahasa Arab. Setiap santri diwajibkan berbahasa Arab dan Inggris dalam percakapan sehari-hari mereka. Kalau di Pondok Pesantren Gontor, bahasa merupakan menu wajib. Kalau ketahuan tidak berbahasa Arab atau Inggris kamu bisa dapat hukuman berat. Jadi setelah lulus pondok, kamu sudah menguasai paling tidak dua bahasa, yaitu Arab dan Inggris.

  1. Kesabaran sudah teruji

Di pondok para santri diajarkan kesabaran. Salah satunya mereka dilatih budaya antre. Mau mandi harus antre, mengambil uang atau menabung harus antre, bahkan mau makan juga antre. Masalahnya antrean ini bukan antrean biasa, tapi antrean yang bisa dibilang seperti ular betapa panjangnya. Dengan begitu kesabaran para santri sudah teruji.

  1. Mental baja

Mental para santri, jangan ditanya. Di pondok pesantren ada kegiatan ekstra yang wajib diikuti oleh seluruh santri, yaitu kegiatan Muhadhoroh atau bisa juga disebut latihan Public Speaking. Dalam kegiatan tersebut para santri dilatih untuk bisa berbicara di depan publik. Ada yang bertugas sebagai MC, Sambutan, Pidato atau Ceramah dan  Pengambilan Kesimpulan. Jadi para santri sudah terbiasa dan berani tampil di depan.

  1. Calon menantu idaman

Sekarang ini banyak dari orang tua yang ingin punya menantu sholeh atau sholehah. Ya kalau mau cari menantu sholeh atau sholehah ya setidaknya dia itu pernah mondok di pesantren. Begitu too.

Nah, setelah membaca tulisan ini, kira-kira kamu sudah yakin belum mau masuk pondok pesantren. Jika sudah, yang perlu ditekankan adalah apa alasan kamu mau masuk pondok pesantren. Karena apa yang akan kamu dapatkan nanti tergantung dari niat. Jika kamu masuk pondok karena ingin bisa bahasa Arab dan Inggris, Insya Allah itu akan tercapai. Semoga tulisan ini bisa membantu dan bermanfaat.

Foto: Metro TV

Oleh: Annas Ulul Azmi
Aktif sebagai internet entrepreneur and praktisi digital advertising. Domisili di Jakarta Timur.