Fabana.id – Masih hangat di telinga kita, minuman keras merenggut banyak nyawa. Beberapa waktu yang lalu  di DKI Jakarta dan Jawa Barat puluhan korban meninggal dunia, dan puluhan lainnya harus dirawat di rumah sakit. Ditambah lagi yang terbaru, kepolisian Ponorogo telah mengamankan sejumlah miras oplosan siap edar di sebuah warung jamu. Lebih parahnya selain miras itu oplosan, juga telah direndam dengan bangkai babi. Kabar ini bisa dikonfirmasi di sejumlah media massa,  baik cetak, televisi ataupun online, nasional maupun lokal. Fakta yang sangat memilukan.  Hal ini tentu membuat kita prihatin, seakan memperingatkan kita untuk selalu waspada terhadap ancaman minuman keras. Sikap paling tepat terhadap minuman keras adalah menghindarinya, baik mengkonsumsinya atau mengedarkannya.

Sebagai warga muslim, kita menyadari bahwa Islam dengan tegas menvonis haram  minuman keras. Hal ini berdasarkam ayat al-Qur’an Al-Maidah : 90-91.  Sedangkan ayat lain yang berbicara masalah ini ada pada An-Nahl : 67, Al-Baqarah : 219, An-Nisa’ : 43 memberikan keterangan yang lebih jelas mengenai perihal minuman keras (khamr).

Kaidah yang berlaku bagi seorang mukmin adalah meyakini bahwa di balik suatu larangan pasti ada madharat (kejelekan), yang sengaja Allah Swt jauhkan dari manusia. Ini berarti syariat akan menyelamatkan, memberi kebaikan dan menjauhkan dari kecelakaan. Oleh karena itu, bagi setiap muslim, dituntut untuk taat terhadap ketentuan agama sembari mencari hikmah di balik semua aturan syariat tersebut.

Hal ini juga berlaku pada hukum khamr. Pengharaman khamr tentunya membawa banyak hikmah dan kebaikan untuk manusia itu sendiri, baik pribadinya ataupun sosialnya. Diantara efek negatif dari khamr yang sengaja Allah Swt jauhkan dari kaum muslimin adalah sebagi berikut:

Khamr merusak jasmani

Dalam Ensiklopedia mukjizat AlQuran dan Hadis: kemukjizatan pengobatan dan makanan karya Hisyam Thalbah menyebutkan bahwa organ manusia seperti, ginjal, hati, tulang, system pencernaan, mata, sitem transportasi, sitem reprodusi dan system syaraf (otak) akan menjadi terganggu bahkan berpotensi menjadi disfungsi bagi yang mengkonsumsi khamr. Lebih parah lagi beresiko kematian seperti yang terjadi baru-baru ini.

Fakta juga menunjukkan bahwa di dalam berbagai minuman keras ditemukan bahan-bahan yang membahayakan tubuh seperti etanol dan metanol. Sebagaimana dilansir halosehat.com, etanol adalah senyawa alkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi. Adapun efek samping mengkonsumsi etanol adalah hilang kesadaran, mual, pusing, gangguan fungsi ginjal dan hati. Sedangkan metanol adalah senyawa yang mudah terbakar yang biasanya terdapat pada spiritus, bensin dan pembasmi serangga. Efek samping mengkonsumsi methanol adalah  merusak hati, merusak syaraf, kejang, merusak jaringan kulit, keracunan sampai pada tahap kematian.

Dapat dikatakan bahwa minuman keras adalah racun bagi tubuh manusia. Tubuh yang dititipkan Allah Swt kepada manusia hendaknya dijaga dan digunakan sebaik-baiknya untuk kebaikan dan kataatan, karena ia harus dipertanggungjawabkan, bukan malah dirusak dan disia-siakan.  Maka Allah Swt berfirman Apakah kamu tidak berfikir?

Khamr merusak akal

Umar ibn Khattab r.a. mendefinisikan “Al-Khamru maa khamaral aql” khamr adalah semua bahan yang dapat menutupi akal. Ungkapan ini mengandung pengertian yang sangat jelas mengenai khamr.  Apapun bentuk, warna, dan baunya jika itu memabukkan itulah khamr. Saat ini yang dapat dikategorikan sebagai khamr bisa berbagaimacam bentuk seperti minuman keras dengan berbagai merk dan rasanya, narkotika, pil extacy, sabu-sabu, morfin dll.

Khamr menyebabkan penyakit akal, berakibat buruk bagi kejernihan berpikir. Menurut Syeikh Yusuf al Qardhawi dalam Halal dan Haram dalam Islam menyataan bahwa akibat buruk dari khamr yang paling tampak adalah hilangnya perasaan dan akal fikiran. Hal-hal yang jauh terlihat dekat, yang tegak terlihat miring, dan yang diam terasa berputar-putar. Lebih jauh lagi, mengkonsumsi khamr berpotensi melupakan suatu kenyataan, menghayalkan hal-hal yang tidak mungkin terjadi, tenggelam dalam mimpi dan lamunan. Sehingga, orang yang mabuk pasti melupakan dirinya, agamanya, dunianya keluarganya serta tenggelam dalam lembah khayalan

 

Khamr merusak jiwa

Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqhu Al Sunnah, khamr disebut dengan istilah Rijsun Min Amali as Syaiton (suatu yang najis/kotoran, bagian dari perbuatan syaitan). Faktanya, khamr selalu berada pada tempat-tempat yang kotor dan penuh kemaksiatan seperti bar, disotik, tempat pelacuran, meja judi yang berlaku di dalamnya perbuatan syetan. Selain daripada, itu pesta-pesta khamr biasanya dilakukan di tempat-tempat yang tersembunyi seperti dalam bangunan kosong atau di bawah jembatan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dalam meneggak minuman keras, para pelaku tidak disertai dengan rasa tenang, malah sebaliknya terbersit rasa was-was, dan berbagai ketakutan, takut ketahuan, takut digrebek. Hal ini merupakan indikasi awal bahwasanya jiwa penenggak minuman keras mulai terganggu.

Lebih jauh lagi, pencinta minuman keras berpotensi besar rusak akhlaknya. Hal ini disebabkan oleh hilangnya akal sehat. Menurut Sayyid Sabiq, orang yang mengkonsumsi khamr tidak berbeda dengan hewan. Pemabuk mempraktikkan sifat, kelakuan, maupun omongan selayaknya binatang. Bicara kotor dan merancau, sempoyongan, kasar dan mudah marah serta ringan tangan. Maka, nampak pendapat Sayyid Sabiq tidaklah keliru jika dikatakan bahwa pemabok telah hilang darinya kemanusiaannya.

Selain daripada itu, minuman keras dapat melemahkan jiwa. Para pecandu khamr akan selalu dihinggapi sifat malas, runtuhnya semangat beribadah dan bekerja, smpai pada hilangnya gairah hidup, melupakan hakikat dan tujan hidup. Hal ini mengakibatkan lahirnya manusia-manusia layaknya mayat hidup, gentayangan tak berguna, tanpa kwalitas dan produktifitas. Orang-orang semacam ini, yang kemudian para ahli hikmah menyarankan “fa kabbir ‘alaihi arba’an liwafatihi” takbirkanlah empat takbir (shalat jenazah) sebagai tanda kematiannya.

Khamar biang kriminalitas

Khamr dengan segala sifat yang dibawanya berpengaruh besar pada tingkat pelanggaran hukum. Khamr yang menghilangkan fungsi akal, akan menyebabkan pelakunya mudah melanggar aturan. Hal ini disebabkan hilangnya kontrol fikiran. Faktanya, banyak kejadian kecelakaan yang diakibatkan oleh sopir yang mabuk. Perkelahian antar geng, anarkisme pemerkosaan bahkan pembunuhan yang dipicu oleh minuman keras..

Selanjutnya,  jika seseorang sudah mengalami ketergantungan pada minuman keras dan pada satu waktu tidak tahan, sementara itu ia tidak ada uang,  maka dengan segala cara akan ia lakukan bahkan sampai berbuat kriminalitas seperti mencuri, menjambret dan menipu guna mendapatkan minuman keras yang diingininya. Di sinilah kemudian kriminalitas terjadi karena dipicu oleh minuman keras.

Belum lagi rusaknya keharmonisan dalam keluarga. Pecandu minuman keras cenderung mangabaikan keluarga dan segala kwajiban di dalamnya. Bahkan sering terjadi, hak-hak keluarga dikorbankan demi memenuhi syahwat para pemabok.

Demikian besar kerusakan yang ditimbulkan oleh minuman keras. Pantaslah Rasulullah Saw memilih meminum susu dan meninggalkan arak, ketika malaikat menawarkan keduanya.

Namun begitu, tetap saja ada anggapan bahwa perihal minuman keras tidak perlu dipermasalahkan, karena hal itu merupakan hak asasi tiap warga negara untuk mengkonsumsinya.

Padahal sebenarnya dengan mengkonsumsi minuman keras dan mengedarkannya, akan berakibat melanggar hak asasi dirinya sendiri (dzolimun li nafsihi) karena merusak kesehatan jiwa dan raganya. Sekaligus melanggar hak asasi warga negara yang lain (dzolimun li ghoirihi) karena potensi kriminalitasnya. Bukankah kita sepakat “hurriyatul mar’i mahduudatun bi hurriyati ghoirihi” kebebasan (hak) seseorang dibatasi oleh kebebasan (hak) orang lain? Wallahu’alam bis shawab.

Oleh: Usmanul Hakim (Guru ngaji di di Ngebel, Ponorogo)

 

Foto: firstdraft.ca