Saya sendiri, tidak begitu akrab dengan deretan nama-nama merek yang bertebaran melimpah ruah di setiap jalan utama kota bahkan sampai sudut-sudutnya. Dan nampaknya, nama-nama merek tersebut hanya dimengerti kaum sosialita, borjouis dan yang seolah-olah borjouis.

FABANA.id-Jerman. Tidak jauh beberapa kilometer dari kota Universitaat Tubingen (tempat saya tinggal) ada sebuah kota kecil yang tak tampak di peta bahkan memang kota tersebut lebih kecil dari kota Tubingen yang memang kecil hanya di Huni beberapa ribu mahasiswa.

Tetapi walaupun Metzingen lebih kecil dari Tubingen ataupun kota lain di sekitarnya ia lebih nyaring di telinga khususnya bagi penduduk Bundesland German.

Bagaimana tidak, isi kota hanyalah rumah toko (ruko) atau outlet barang-barang bermerek, maka jika Anda berkunjung ke kota tersebut pada jam tutup toko, maka tidak ada pemandangan lain kecuali kota tersebut nampak seperti kota mati.

Saya sendiri, tidak begitu akrab dengan deretan nama-nama merek yang bertebaran melimpah ruah di setiap jalan utama kota bahkan sampai sudut-sudutnya. Dan nampaknya, nama-nama merek tersebut hanya dimengerti kaum sosialita, borjouis dan yang seolah-olah borjouis.

Merek yang saya ketahui hanya merek barang sporty, outdoor seperti Nike, Adidas dan The Northface. Karena memang setiap mampir ke super market saya hanya mampir di outlet merek tersebut. Sedangkan nama lain seperti Hugo Boss, Prada, Armani dan sejenisnya hanya sesekali terdengar di telinga dan terlihat di pinggir jalan di beberapa kota-kota besar di Indonesia.

Nah merek-merek yang saya sebutkan tadi,  sini terpampang dipinggir jalan sekaligus detail petunjuknya.

Sekilas saya lihat orang-orang beberpa mengantri di beberapa toko outlet tersebut yang isinya dari luar kebanyakan sama saja, gak jauh-jauh dari baju, tas dan perhiasan tubuh lainnya.

Tapi tampaknya orang-orang yang pergi kesini bukan hanya orang jerman, banyak perawakan Asia, Arab bertebaran. Bahkan rombongan emak-emak Arab bercadar berserta rombongan keluarga terlihat di beberapa toko-toko baju dan sejenisnya. Saya kurang tau mereka memakainya atau tidak, mungkin mereka membelinya hanya untuk hadiah 😂, mungkinn hehe.

Kebetulan saya diajak oleh satu orang teman ke kota sebelah ini untuk mencari pengganti sepatunya yang sobek maklum sudah bertahun-tahun dipakai. Maka jadilah kami menjadi mahluk aneh diantara manusia yang lain yang begitu beringas berlomba mencari barang yang diingininnya.

Kalu diamati, padahal equipment yang mereka pakai masih bagus dan tampak baru, bahkan satu barang sepatu saja bisa mereka gandakan jadi beberapa buah, ya mungkin hanya untuk hadiah atau untuk di jual lagi, Husnu zan aja deeh.

Kalau saya sendiri sesekali hanya mengamati dan sesekali masuk ke beberapa toko melihat harga dan barang sekaligus mengabadikan beberapa fenomena mahluk alam yang fana 😀