Saya minta bantuan pesantren bikin konten-konten yang bisa menggambarkan Islam yang sesungguhnya, dan saya janji untuk memfasilitasinya

Fabana.id-Batang. Di depan peserta acara buka puasa bersama lebih dari 3000 orang dari berbagai lintas organisasi masyarakat di Pondok Modern Tazakka, Batang. Menteri Kominfo RI Rudiantara, S.Stat, M.BA, menjelaskan kekhawatiran dirinya tentang pengaruh konten radikalisme dan terorisme di dunia maya.

Pria berkacamata yang biasa disapa Chief RA ini mengaku khawatir jika kemunculan kelompok-kelompok radikal dan teroris bermula dari konsumsi konten dari dunia maya.

Oleh sebab itu, Chief RA berharap pesantren bisa berperan aktif dalam menyebarkan konten-konten yang positif untuk mengcounter balik konten yang mengandung paham radikalisme dan terorisme.

“Saya berharap dari pesantren ini bisa membuat konten-konten positif. Saya bisa fasilitasi dengan sistem. Saya minta bantuan pesantren bikin konten-konten yang bisa menggambarkan Islam yang sesungguhnya, dan saya janji untuk memfasilitasinya” ujarnya bersemangat.

Menkominfo juga mengatakan bahwa kementeriannya menargetkan di tahun 2022 semua pesantren dan lembaga pendidikan lainnya akan berbasis internet. “Jadi nanti semua pesantren akan saling terkoneksi satu sama lain” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok KH. Anang Rikza Masyhadi, MA menegaskan bahwa forum pertemuan seperti ini sangat mahal karena semua elemen umat dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

“Ini wujud ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sekaligus” ujarnya.

Ibarat orang sedang shalat berjamaah, kata Kiai Anang, shaffnya yang lurus dan rapat, supaya tidak diisi oleh setan.

“Kata Rasul, shaff shalat yang renggang bisa diisi oleh setan, itu artinya perintah supaya shaffnya rapat. Nah, dalam konteks kebangsaan, kita ini sedang berjamaah, maka kalau shaff kebangsaan kita rapat, maka setan-setan provokator yang ingin memecah-belah bangsa ini tidak bisa masuk” tandasnya.

Sumber: Media Center Tazakka