Sepakat atau tidak, hadirnya negara bernama Indonesia merupakan bagian dari asal usul sejarah yang tidak bisa dipisahkan. Namun, dewasa ini bangsa Indonesia seolah melukan bahkan menganggap seolah cerita Majapahit adalah dongeng semata. Bangsa Indonesia dewasa ini lebih bangga meng copy paste apa saja yang asal usulnya bukan dari bangsa sendiri.

Krisis identitas inilah yang menggerakan Sulistina Sutomo, istri dari almarhum Bung Tomo. Mendirikan Yayasan Soerjo Modjopahit (YSM). Salah satu agenda yang direncanakan adalah membangun Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit  (TPDSM). Harapannya, adanya lewat TPDSM dapat mengenalkan kepada dunia akan kebesaran Kerajaan Majapahit sampai Asia Tenggara.

Gayung pun bersambut, seperti dikutip dari apakabar.co.id (16/9/2015), Gubernur Jawa Timur Soekarwo mendukung penuh pendirian TPDSM di wilayahnya. Soekarwo menegaskan, jika sudah ada ijin dari beberapa pihak pemerintah terkait, ia optimis TPDSM akan membawa kebaikan bagi wilayah Jawa Timur khususnya dan bagi Indonesia pada umumnya.

“Kalau perlu pengunjung yang akan datang bukan hanya disuguhkan taman yang memiliki keindahan saja, akan tetapi juga dipamerkan cerita maupun visualisasi mengenai Kerajaan Majapahit dan pengaruhnya terhadap nusantara. Bisa juga dibangun museum yang menjelaskan tentang Kerajaan Majapahit dengan konsep dan kemasan yang menarik bagi pengunjung,” jelas Soekarwo.

Sebagai tindak lanjut dari program TPDSM, pada 17  Maret 2017, rombongan Yayasan Soerjo Modjopahit (YSM) bersilaturahim ke kediaman Muhammad Ainun Nadjin (Cak Nun) di kediamannya di Kadipiro Yogyakarta. Selain memperkenalkan 14 pengurus yayasan, dalam kesempatan tersebut. Bambang Sulistomo (putra  Bung Tomo) mendapat setruman dan bekal dari Cak Nun.

Seperti yang dimuat di laman Caknun.com, tokoh yang pernah nyantri di Pondok Modern Darussalam Gontor itu memberi bekal untuk menjaga ketersambungan terus dengan Majapahit. Melanjutkan cara para lelulur dalam menyikapi hidup dan supaya generasi saat ini tidak terjebak dalam perang identitas dan tidak bisa membedakan gula dengan manis dan seterusnya.

Sebagai tambahan informasi, YSM  didirikan tahun 2013 oleh Ibu Sulistina Sutomo, Bambang Sulistomo, Iwan Ismaun, dan Anda Suhanda. Konsep Master Plan TPDSM sudah disampaikan dan diterima oleh  Gubernur Jatim dan di-launching pada tahun 2015 di Jakarta. Lagu Bangbang Wetan yang dijadikan soundtrack animasi rancangan TPDSM juga diinformasikan oleh Cak Nun bahwa lagu dan syairnya karya Ki Hadi Sukatno, sementara aransemennya oleh KiaiKanjeng.