Bavaria tetap berdiri sebagai kerajaan monarki layaknya keraton Yogyakarta dan bahkan memiliki beberapa hak khusus dalam federasi (seperti tentara, kereta api dan layanan pos sendiri). Ketika Bavaria menjadi bagian dari Kekaisaran Jerman yang baru.

FABANA.id-Munchen. Penggiat bola kaki tentu tak asing dengan kota Munich alias Munchen dengan klub sepakbola terkenalnya Bayern Munchennya. Hmm… rasanya tak afdhol apabila penggemar rebutan bola kaki di Jerman tidak mengunjungi si Raja bola Jerman. Semoga suatu saat Anda dapat mengunjunginya. 🙂

Ngomongin soal Munchen, ternyata nggak melulu soal klub sepak bolanya yang tersohor. Ada banyak cerita yang bisa diungkap dari Munchen. Kota dengan populasi terbesar setelah Berlin dan Hamburd di Negara Jerman itu juga menjadi pusat racikan kendaraan ternama. Bayerische Motoren Werke (BMW) adalah satu merek kendaran yang pastinya tidak asing lagi bagi kamu.

Selain itu, ada juga Oktoberfest. Sebuah festival tahunan pada musim gugur yang sudah berlangsung sejak tahun 1810. Oktoberfest menjadi festival terbesar di dunia dengan sekitar enam juta pengunjung setiap tahunnya. Tak hanya itu, kota Munchen juga menjadi catatan penting bagi sejarah Bavaria.

Anyway, berbicara tentang Bavaria, ini adalah sebuah negara dalam negara Jerman, terletak di tenggara dari Negara Jerman atau sebenarnya sekarang disebut propinsi Bayern. Propinsi Bayern/Bavaria adalah kedua yang paling padat penduduknya di Jerman (setelah negara bagian lainnya Rhine -Westphalia Utara ) dengan 12,5 juta penduduk. Ibukota dari Bavaria dan sekaligus kota ketiga terbesar di Jerman adalah Munichatau Munchen.

Bavaria merupakan salah satu negara tertua di Eropa, didirikan sebagai kadipaten di pertengahan milenium pertama. Dulu ada namanya negara/kerajaan Prussia atau kekaisaran Jerman saat ini dan Austria disekitar daerah Bavaria ini. Kemudian Bavaria bergabung dengan pasukan Prusia dan akhirnya bergabung dengan Federasi, yang berganti nama Deutsches Reich (Kekaisaran Jerman ) pada tahun 1871.

Bavaria tetap berdiri sebagai kerajaan monarki layaknya keraton Jogjakarta dan bahkan memiliki beberapa hak khusus dalam federasi (seperti tentara , kereta api dan layanan pos sendiri). Ketika Bavaria menjadi bagian dari Kekaisaran Jerman yang baru. Bavarian (masyarakat Bavaria) nasionalis menolak gagasan bahwa Bavaria harus bergabung dengan Kekaisaran Jerman. Mereka tidak ingin diperintah oleh negara Protestan Prusia dikarenakan Bavaria sudah identik dengan Katolik.

Bavarian  telah sering menekankan identitas nasional yang terpisah dan menganggap diri mereka sebagai “Bavarian pertama atau Jerman kedua”. Perasaan ini mulai muncul lebih kuat antar Bavarian sejak Kerajaan Bavaria bergabung dengan Protestan yang didominasi Prusia Kekaisaran Jerman, sedangkan nasionalis Bavarian ingin menjaga Bavaria sebagai Katolik dan sebuah negara merdeka. Sebagian Bavarian menerima bahwa Bavaria adalah bagian dari Jerman. (IQB/F)