Seringkali pula seorang mahasiswa berangkat untuk menulis tugas akhir atau skripsi bermula dari judul, padahal menurut saya harusnya mereka berangkat dari permasalahan kemudian menentukan tema-tema tertentu baru dirumuskan di latar belakang.

FABANA.id. Ada dua metode penelitian yang umum dipakai oleh banyak orang. Metode tersebut yakni kualitatif dan kuantitatif. Tentunya kedua metode tersebut memiliki persamaan serta perbedaan satu sama lain, sehingga mengapa dua metode penelitian tersebut cukup populer di kalangan akademisi.

Saat mata kuliah metodologi penelitian mahasiswa seringkali salah dalam memahami alur kerja kedua metode tersebut. Anggapan-anggapan bahwa metode kualitatif lebih mudah diterapkan dibanding metode kuantitatif, seolah menjadi rumus baku di kalangan mahasiswa.

Tentunya stigma ini harus segera diluruskan dan diberi pemahaman yang utuh mengenai kedua metode tersebut. Metode penelitian kualitatif lahir sebagai reaksi terhadap metode penelitian kuantitatif yang jauh lebih dulu ada dan dianggap bersifat mekanistis serta tidak mampu membongkar masalah secara mendalam.

Lain halnya dengan metode penelitian kuantitatif yang seringkali dipandang tidak mampu menjawab persoalan yang memerlukan pemahaman secara mendalam, melainkan penjelasan yang bersifat umum. Jika penelitian kualitatif lebih menekankan kedalaman pemahaman, maka penelitian kuantitatif lebih menekankan keluasan cakupan.

Tujuan akhir metode penelitian kualitatif ialah untuk memahami atau memperoleh pemahaman mengenai fenomena atau gejala yang diangkat untuk diteliti secara mendalam. Sedangkan metode penelitian kuantitatif dimaksudkan untuk menjelaskan atau memperoleh penjelasan mengenai fenomena atau gejala yang diteliti secara umum.

Oleh karena itulah kualitas data penelitian kuantitatif sangat tergantung pada kualitas metode yang disusun oleh peneliti untuk memperoleh data. Sedangkan kualitas data penelitian kualitatif sangat bergantung pada peneliti itu sendiri.

Semakin peneliti berpengalaman melakukan penelitian, maka hasil penelitian akan semakin berkualitas. Tentunya penelitian yang akan dilakukan oleh seorang mahasiswa harusnya dijadikan sebagai batu loncatan atau gerbang masuk kedalam lingkungan yang sebenarnya.

Buku yang mengupas perbedaan mendasar antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sudah begitu banyak dijumpai disekitar kita, namun seringkali mahasiswa masih saja merasa kebingungan. Benar saja untuk menentukan metode apakah yang cocok bagi seorang mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhirnya. Bukanlah perkara yang mudah.

Karena memang kegiatan penelitian itu ibarat merajut akan masa depan,  semua tenaga dicurahkan agar apa yang dihasilkan berujung indah. Umumnya mahasiswa dalam menentukan metode yang hendak dipakai berdasarkan judul yang diangkatnya. Padahal tidak semua judul yang sudah dituliskanya itu menggambarkan metode yang harus dipakainya.

Seringkali pula seorang mahasiswa berangkat untuk menulis tugas akhir atau skripsi bermula dari judul, padahal menurut saya harusnya mereka berangkat dari permasalahan kemudian menentukan tema-tema tertentu baru dirumuskan di latar belakang.

Banyak saya temukan saat beberapa mahasiswa berkonsultasi mengenai proposal penelitian, ada ketidaksesuaian antara judul dengan latar belakang yang hendak diangkatnya. Hal ini pula seringkali membuat bingung mahasiswa saat akan menyusun bab-bab berikutnya.

Terlebih ketika mereka menanyakan metode apa yang harus dipakainya, maka mereka akan merasa kebingungan. Padahal jika mereka tahu tugas seorang peneliti begitulah berat, idealnya seorang peneliti harus mampu membongkar sesuatu di balik yang tampak.

Atau dengan kata lain tugas peneliti adalah untuk menyatakan sesuatu yang tidak tampak menjadi sesuatu yang tampak. Maka dari itu seringkali saya katakan bahwa melakukan penelitian itu sesungguhnya bermain-main dengan ketidakpastian dan harapan yang tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan.

Seolah memang mudah melakukan penelitian, namun sesungguhnya penelitian itu cukup menguras tenaga. Bagi seorang akademisi memang sudah menjadi kewajiban untuk dapat piawai melakukan penelitian, apapun itu metode yang dipakainya semuanya kembali kepada filosofi bahwa hakikat ilmu adalah untuk kehidupan.

Problema yang diangkat dalam penelitian merupakan realita yang benar terjadi di lapangan, tentunya problema tersebut begitu kompleks. Bisa saja seseorang melihat problema yang terjadi di suatu tempat merupakan sebuah problema yang biasa, namun bisa juga sebaliknya.

Oleh karena kompleksitas yang terdapat pada problema yang akan dijadikan dasar melakukan penelitian, maka seorang peneliti dituntut pula dapat mengurainya dengan cara kerja ilmiah. Sehingga hasil karya yang tercipta dapat dipertanggung jawabkan keilmiahan karyanya.

Berikut sedikit ulasan tentang bagaimana memahami cara kerja ilmiah antara dua metode kualitatif dan kuantitatif, Setidaknya seorang mahasiswa atau calon peneliti harus memperhatikan beberapa hal berikut ini :

1. Dalam metode kuantitatif masalah yang hendak dijawab dalam penelitian sudah jelas sejak awal dan tidak akan berubah. Bahkan temuan yang akan dihasilkan pun sudah bisa dirumuskan melalui apa yang disebut dengan hipotesis. Sedangkan metode kualitatif semuanya masih bersifat tentatif. Apa yang dilakukan peneliti sejatinya masih berupa rabaan setelah melihat peristiwa atau gejala yang tidak seperti lazimnya.

2. Jika dalam metode kuantitatif sumber perolehan data adalah orang yang diberi kuesioner, atau yang sering disebut sebagai responden, maka dalam penelitian kualitatif sumber data berasal dari orang yang diwawancarai yang selanjutnya disebut informan.

3. Kualitas data dalam metode kuantitatif bergantung pada kualitas kuesioner dan keterwakilan sampel yang disusunya. Adapun kualitas data dalam metode kualitatif sangat tergantung pada kecakapan peneliti dan kualitas informannya.

Semoga Bermanfaat.