Mbah Moen, Foto: (Kompas.com)

Mbah Moen, Foto: (Kompas.com)

Ulama kharismatik NU KH Maimun Zubair (Mbah Moen) menyatakan sikap keberpihakannya mendukung beroperasinya pabrik Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah.

Dukungan Mbah Moen disebabkan tidak ingin negara kehabisan modal dan Semen Rembang merupakan milik nasional. Hal tersebut disampaikan Mbah Moen di Rembang, Senin (9/1) kala masyarakat sekitar pabrik semen membahas polemik Semen Rembang.

Mbah Moen pada kesempatan ini mengungkapkan ingin Indonesia mempunyai aset yang kuat seperti waktu lampau. Dia bercerita, dulu pada masa pasca kemerdekaan, mayoritas kepemilikan Belanda di nasionalisasi menjadi kepunyaan Indonesia.

“Saya dulu ikut (perang) gerilya jadi paham sekali mengenai perjuangan bangsa Indonesia,” kata Mbah Moen dalam keterangan resminya yang diterima Fabana.id (9/1/2017).

Mbah Moen juga menyebutkan telah meminta Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar pabrik Semen Rembang tetap diteruskan. Permintaan tersebut karena Mbah Moen meyakini kehadiran Semen Rembang dapat meningkatkan kebutuhan semen nasional di tengah persaingan dengan industri asing.

“Harus bersatu jika ingin memajukan bangsa dengan semangat gerakan kebangkitan Budi Utomo. Jangan sampai kita di acak-acak,” ucap Mbah Moen.

Pada kesempatan pertemuan ini Mbah Moen menyatakan sampai akhir tetap ingin Semen Rembang tak dihentikan. Menurut Mbah Moen, bila Semen Rembang gagal beroperasi, maka nasibnya akan sama seperti BUMN lainnya seperti pabrik gula yang dikuasai pihak investor asing swasta.

“Saya minta tetap diteruskan karena ini modal Indonesia. Harus menjadi bangsa yang mandiri, jangan sampai tergantung asing,” tutur Mbah Moen.

Mbah Moen sebelumnya juga sudah menyarankan kepada Pemerintah Indonesia agar memperbaiki dan memperbarui izin lingkungan kembali yang beberapa waktu lalu diputuskan Mahkamah Agung untuk dicabut.

Mbah Moen berharap Indonesia dapat sejahtera, adil dan makmur salah satunya melalui beroperasinya Semen Rembang. Apalagi, ucap Mbah Moen, PT Semen Indonesia merupakan BUMN yang telah berhasil ekspansi industri ke luar negeri.

“Pertahankan pabrik semen di Rembang, kembalikan aset BUMN. Saya meminta agar melangkah dengan hati-hati,” ujar Mbah Moen.

Nasib kelanjutan pabrik semen di Rembang akan ditetapkan pada 17 Januari mendatang. Kelayakan mengenai keberadaan Semen Rembang sudah ditangani tim kecil yang dibentuk Pemerintah Indonesia, terdiri dari Kementerian LHK, Kementerian BUMN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Staf Presiden.