img_20161013_111419

Hobi memelihara burung menjadi keuntungan tersendiri bagi Dimas Sudirman. Alumni Gabungan Seni Santri Darussalam (Gastrada) itu sekarang memiliki bisnis kreatif yang prospektif. Lewat brand D1ms & Odjan yang didirikan pada Februari 2014 lalu, Dimas sering kebanjiran orderan pertunjukan di berbagai tempat.

Dimas mengemas pertunjukan yang menarik dengan cara menggabungkan antara dove magic (sulap) dengan bird show (sirkus). D1ms & Odjan adalah nama untuk pertunjukan bird show magic yang dewasa ini sedang digandrungi oleh masyarakat.

Bersama adiknya, Fauzan Hermawan atau yang akrab dipanggil Odjan, Dimas menyuguhkan atraksi burung yang pintar dan terlatih, seperti burung bermain basket, berguling guling, hingga memasukkan ring yang diselingi dengan beberapa trik memunculkan burung dan trik sulap menarik lainnya.

Dimas mengaku, ketrampilan sulap ia dapatkan dari sahabatnya Aleph Ardvince yang satu almamater di Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 2007. Sedangkan hobi memelihara burung, mulai digemari saat kuliah di Universitas Islam Jakarta (UIJ) pada semester 3 2009.

“Waktu itu, saya melihat beberapa video pemeliharaan dan pelatihan burung parkit di Youtube. Penasaran, saya memberanikan diri membeli burung parkit di berbagai pasar burung di Jakarta. Karena tidak ada yang cocok, akhirnya saya membeli sepasang parkit kepada penjual burung yang ada di pinggir jalan di kemanggisan,” jelas sambil tersenyum.

Untuk menjalankan misinya, Dimas membawa 4-5 ekor burung saat pertunjukan. Jenis burung yang dipilih untuk show adalah jenis burung berparuh bengkok atau lebih dikenal dengan sebutan Parrot atau Parbeng. Seperti parkit, lovebird, sun conure, macaw, atau cockatoo.

Selama ini, klien yang menggunakan jasa D1ms & Odjan mayoritas untuk berbagai acara keluarga seperti acara ulang tahun anak, tempat wisata, hingga family gathering, kadang juga merangkap menjadi pengisi acara untuk menghibur para tamu dalam berbagai format acara terutama untuk acara non formal dan formal yang membutuhkan hiburan.

Awalnya hanya panggilan rumah ke rumah saja. Namun, dengan pertunjukan yang memuaskan klien perlahan tapi pasti D1mas & Odjan mendapat sambutan hangat di masyarakat. Minimal 3-4 kali dalam sebulan Dimas dan adiknya itu menggelar pertunjukan berbagai event seperti khitanan, wedding dan photobooth untuk pre wedding hingga keluar kota.

“Karena kebanyakan di momen weekend, paling banter kami melayani panggilan jasa bird show magic ini hingga 6-8 kali dalam sebulan. Kalau ada undangan untuk acara ulang tahun di sekolahan yang biasa digelar pada saat weekday, bisa mencapai 10 kali lebih pertunjukan dalam sebulan,” lanjut Dimas.

Meski tidak membeberkan jumlah investasinya, namun Dimas mengklaim dalam waktu satu tahun usaha yang ia rintis atas masukan dari kakaknya ini sudah mencapai break event point nya pada tahun pertama. Pencapaian tersebut baru melewati pengenalan di Instagram dimsandodjan_birdshow dan websitenya birdshowmagic.com.

Keceriaan dan kepatuhan burung menjadi kunci keberhasilan pertunjukan. Diakui Dimas, jika burung ngambek saat pertunjukan menjadi kendala tersendiri yang sangat ia nikmati. Belum lagi kalau ada burung yang sakit, menjadi tantangan yang tetap harus dilalui. Sebab, di Indonesia belum ada dokter hewan yang khusus untuk menangani.

Karena penanganan dokter masih sebatas pemberian suntik dan memberi vitamin, jadi jika ada burung sakit, Dimas lebih suka sharing dengan Sutawijaya yang akrab dipanggil Om Cucu, pemilik First Parrot di WTC Mangga Dua yang punya lebih pengalaman dan memiliki obat-obatan yang pas untuk burung yang sakit

Untuk proses penjinakan, Dimas dan adiknya melatih burung, dimulai dari pendekatan, memberikan makan atau handfeeding, kemudian clicker training, yan di dapatkan dari hasil searching trial error dan beberapa trick yang di dapat dari teman teman komunitas Indonesian Parrot Lovers.