Alumni YES. Dari kiri: Ken Ayu Miranthy, Egalita Irfan, Dwinia Emil dan Assistant Cultural Attache Scott E Milgroom


Alumni YES. Dari kiri: Ken Ayu Miranthy, Egalita Irfan, Dwinia Emil dan Assistant Cultural Attache Scott E Milgroom

Setelah kejadian World Trade Center (WTC) 9/11 di Amerika. Hubungan Indonesia dan Amerika, khususnya masyarakat muslim kurang harmonis. Untuk menjembatani kesepahaman dan saling pengertian antara masyarakat negara dengan populasi muslim khususnya Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). Kementrian luar negeri AS membuat program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) dengan memberikan beasiswa penuh kepada siswa SMA sederajat.

Menurut Assistant Cultural Attache, Scoot E Milgroom. Program favorit US embassy ini, sudah berjalan sejak 2002, dengan mengirim lebih dari 500 siswa Indonesia. Yayasan Bina Antarbudaya adalah mitra kedutaan besar AS yang mengelola program YES.

Tidak hanya siswa Indonesia, siswa Amerika Serikat juga bisa mengalami pengalaman serupa ke negara Indonesia dan beberapa negara yang dipilih sejak tahun 2007 lewat program YES Abroad.

Selama ikut program ini, peserta akan tinggal dengan keluarga Amerika dan besekolah di SMA setempat selama satu tahun. Dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanan proram YES, seperti relawan kegiatan sosial, olah raga dan musik

Menurut Ken Ayu Miaranthy, alumni YES tahun 2006/07, dengan mengikuti program YES ada pengalaman dan pelajaran hidup yang sangat berkesan. Terutama tentang pengalaman multikultural dan multireliginya.

“Sebagai muslimah, awalnya saya sangat khawatir untuk tinggal di Amerika. Tapi setelah tinggal bersama keluarga angkat di sana yang juga beragama lain, saya merasa dihargai dan untuk urusan makanan yang halal dan sholatpun nggak ada kesulitan,” ungkap Ayumi di US embassy, Kamis (13/3/2014).

Begitu juga dengan Egalita Irfan dan Dwinia Emil alumni YES yang saat itu masih kuliah di Universitas Indonesia. Menurut Emil, pengalaman mengikuti YES sangat berpengaruh besar dalam kedewasaan, kepemimpinan, dan kehidupan bersosial di Indonesia. Setidaknya untuk lingkup kecil di lingkungan sekitarnya.

Setelah ikut program ini, diharapkan alumni-alumni YES bisa jadi duta perdamaian dan persahabatan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Serta berperan aktif dalam kegiatan relawan sesuai dengan bidangnya masing-masing.