Sejalan dengan definisi sarana prasarana pada peraturan menteri diatas, badan standar nasional pendidikan (BSNP) juga menjabarkan-nya didalam standar sarana dan prasarana perguruan tinggi yang tertuang pada bagian tujuh pasal 38, disitu dijelaskan bahwa untuk melaksanakan Tridharma Perguruan tinggi.

FABANA.id. Memiliki jumlah mahasiswa yang banyak memang sudah menjadi keharusan. Terlebih bagi perguruan tinggi swasta. Namun demikian, tetap saja diperlukan perhitungan yang cermat dan seksama. Agar jumlah mahasiswa yang diterima dengan jumlah kapasitas ruang dan sarana tetap tercukupi.

Bagi perguruan tinggi swasta, jumlah mahasiswa yang banyak, biasanya akan berdampak pada perolehan hak yang akan diterimanya tiap bulan, walau ini juga belum bisa dapat dijadikan patokan, umumnya memang demikian. Sehingga perguruan tinggi mau tidak mau akan mencari cara, agar perolehan mahasiswa tetap menunjukkan grafik kemajuan, atau setidaknya sama dengan perolehan tahun sebelumnya.

Keberadaan sarana prasarana, menjadi pokok utama bagi keberlangsungan proses pembelajaran di perguruan tinggi, Jika membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia maka akan ditemukan definisi dari sarana yaitu segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek).

Namun jika merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 tahun 2007. Sarana diartikan sebagai perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah, sedangkan prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah, madrasah, atau perguruan tinggi.

Sejalan dengan definisi sarana prasarana pada peraturan menteri diatas, badan standar nasional pendidikan (BSNP) juga menjabarkan-nya didalam standar sarana dan prasarana perguruan tinggi yang tertuang pada bagian tujuh pasal 38, disitu dijelaskan bahwa untuk melaksanakan Tridharma Perguruan tinggi.

Maka setiap perguruan tinggi wajib menyediakan dan atau memiliki sarana sebagai berikut: a.Perabot, b.Peralatan pembelajaran, c. Media pembelajaran, d. Buku dan sumber belajar lain, e. Teknologi informasi dan komunikasi. f.Bahan habis pakai; g. Perlengkapan lain yang diperlukan

Dan setiap perguruan tinggi wajib pula memenuhi beberapa prasarana untuk melaksanakan Tridharma perguruan tinggi yang terdiri dari : a. Lahan,b.Ruang kelas, c. Ruang pimpinan perguruan tinggi, d.Ruang dosen, e. Ruang tata usaha, f, Ruang perpustakaan, g. ruang laboratorium, h. ruang bengkel kerja, i. ruang unit produksi, j. ruang kantin, k. tempat berolahraga.

Jika melihat definisi dan penjabaran sarana dan prasarana diatas, akan dapat dilihat bahwa ketersedian-nya memang betul-betul menjadi patokan utama, perguruan tinggi sebagai pelaksana tri dharma (pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat) harus konsen terhadap pemenuhan kesemuanya. Sehingga proses perekrutan mahasiswa baru, akan sejalan dengan ketersedian sarana prasarana yang dimiliki oleh sebuah perguruan tinggi.

Penetapan standar sarana prasarana pada perguruan tinggi yang dilakukan instansi terkait, memang sudah melalui perhitungan matang dan kajian mendalam sebelumnya. Sehingga terciptalah sebuah aturan standar, yang setidaknya menjadi pedoman pengaturan sarpras di perguruan tinggi manapun di wilayah indonesia.

Baca juga: Komponen Perguran Tinggi (Bag.1)

Bicara standar, maka itu merupakan nilai ideal yang harus diterapkan. Nyatanya, banyak perguruan tinggi swasta, masih saja belum dapat memenuhinya secara maksimal. Hal ini terkait banyak hal, alur dana yang terbatas, sempitnya ketersedian lahan , hingga visi yang tak jelas dari pimpinan-nya.

Bagi perguruan tinggi swasta di kota besar, menyediakan sarpras yang mumpuni bisa jadi itu pekerjaan mudah, berbeda jika perguruan tinggi itu terletak di kota-kabupaten pinggiran, jangankan untuk memikirkan penyedian sarana prasarana, bahkan untuk mencari mahasiswa baru pun mereka sampai harus turun bergerilya ke sekolah-sekolah.

Maka tak heran, jika jumlah perguruan tinggi di indonesia memang secara kuantitas sangatlah banyak, namun untuk kualitasnya masih saja tidak merata. Jumlah perguruan tinggi yang banyak itu, masih terkonsentrasi pada pulau jawa, coba saja tengok di luar pulau jawa, jumlah perguruan tinggi yang ada baik swasta atau negeri bisa dihitung dengan jari jumlahnya. Jika diamati, coba saja bandingkan ketersedian sarana-prasarana yang ada di perguruan tinggi di pulau jawa atau diluar jawa, pasti akan sangat berbanding terbalik kondisi tingkat pemenuhan-nya.

Perbandingan jumlah mahasiswa dan ketersedian sarana prasarana menjadi pekerjaan rumah bagi siapa saja. Semoga saja kualitas perguruan tinggi swasta atau negeri baik di kota besar atau kota-kabupaten pinggiran senantiasa bersama diperhatikan. Bahwa berlomba-lomba menjadikan perguruan tinggi semakin maju dan berkualitas merupakan tanggung jawab, jangan lupa perguruan tinggi juga punya hak yang harus ditunaikan yaitu ketersedian sarana dan prasarana.

Selain individu dan sarana-prasarana, perguruan tinggi juga harus memperhatikan komponen lainya, yang akan coba saya jabarkan di tulisan-tulisan berikutnya. Semoga Bermanfaat.