Orientasi para tenaga pendidik saat mengabdi pun beragam, adakalanya mereka murni mengabdikan diri pada institusi, ada juga yang mengabdi sembari memperkaya diri. Variasi karakter individu di dalam perguruan tinggi memang harus dilihat secara koheren dan tidak parsial sehingga laju perjalanan sebuah perguruan tinggi tidak lagi pincang dalam mengarungi aktivitas akademik.

FABANA.id- Banyak sudah pembahasan terkait dengan perguruan tinggi, tetapi kali ini saya ingin mencoba mengupas sedikit berkenaan dengan individu yang terdapat di dalam organisasi khususnya pada perguruan tinggi.

Individu di dalam perguruan tinggi  bisa dibedakan menjadi 3 klasifikasi utama yakni Tenaga Pendidik (dosen), Tenaga Kependidikan (Staff TU, Bagian Umum, Security dll), dan Mahasiswa.

Menarik memang untuk memahami individu dalam perguruan tinggi, karena keberadaan setiap individu didalam perguruan tinggi memiliki peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing dimana keterkaitan ketiga komponen tersebut berujung pada maju tidaknya suatu perguruan tinggi.

Tenaga pendidik atau seringkali disebut dengan dosen, terlepas dosen tersebut memiliki tugas tambahan lainya seperti rektor, wakil rektor, dekan dan sebagainya hakikatnya mereka semuanya adalah bertindak sebagai seorang pendidik.

Sebagai seorang pendidik tentunya mereka memiliki karakter mengajar atau mendidik yang berbeda antara satu sama lain, termasuk juga di dalamnya kedalaman ilmu, keluasan wawasan dan tingkat memahami peserta didik juga memiliki tingkatan tersendiri. Kesemuanya diatas bergantung pada pengalaman, kecepatan beradaptasi saat bernaung pada institusi.

Orientasi para tenaga pendidik saat mengabdi pun beragam, adakalanya mereka murni mengabdikan diri pada institusi, ada juga yang mengabdi sembari memperkaya diri. Variasi karakter individu di dalam perguruan tinggi memang harus dilihat secara koheren dan tidak parsial sehingga laju perjalanan sebuah perguruan tinggi tidak lagi pincang dalam mengarungi aktivitas akademik.

Sudah menjadi kewajiban semua perguruan tinggi memberikan pembinaan khusus terkait tupoksi masing-masing dosen, mereka dibina sesuai dengan kebutuhan bukan saja dituntut untuk memajukan tanpa adanya pembinaan sebelumnya. Melakukan penilaian kinerja selama satu semester ajaran dan mengumukannya saat perkumpulan sehingga tercipta kondisi yang kompetitif dan saling memperbaiki.

Tenaga kependidikan, sebagai unsur penunjang, peran dan dedikasinya terhadap institusi mutlak dibutuhkan. Saat tenaga pendidik berkonsentrasi terhadap pemberian asupan keilmuan mahasiswa, tenaga kependidikan bertugas untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada segala urusan administrasi akademik baik itu terkait mahasiswa ataupun dosen.

Peran tenaga kependidikan cukuplah vital, kerjasama antar bagian serta fakultas menjadi sebuah keharusan agar sistem yang telah dibangun dapat berjalan secara maksimal. Sistem yang dibangun lama oleh sebuah institusi akan menjadi tak bertaji tatkala kebijakan yang dibuat banyak tidak berpihak pada keberadaan sistem tersebut.

Sistem digunakan bertujuan untuk mengatur dan menata segala lalu lintas kegiatan dalam sebuah institusi. meminimalisir adanya nepotisme pada setiap bagian merupakan kewajiban, keberpihakan pada sistem ditambah dengan keberadaan mahasiswa dan dosen harus diperhatikan baik dari tingkat kepuasaan pelayanan hingga hak & kewajiban masing-masing.

Idealnya kemudahan dan kecepatan pelayanan akan menjadikan lingkungan perguruan tinggi dapat melakukan percepatan-percepatan yang berkemajuan.

Mahasiswa bisa dipandang sebagai konsumen, mereka berhak untuk mendapatkan layanan sesuai apa yang sudah dibayarkan. Tidak mengabaikan hak-hak akademis mereka dalam segala pelayanan, memberikan sarana-prasarana yang dibutuhkan menjadi kewajiban perguruan tinggi untuk menyediakan.

Keberadaan mahasiswa di dalam perguruan tinggi, perumpamaan-nya layaknya sebuah bahan bakar kendaraan. dimana perguruan tinggi sebagai kendaraan yang akan mengantar mereka ke pintu gerbang kesuksesan. Maka cepat atau tidaknya, berkualitas atau tidaknya, perguruan tinggi mengantarkan, berbanding lurus dengan keberadaan mahasiswa.

Saat jumlah mahasiswa yang dimilili oleh perguruan tinggi berjumlah banyak harusnya kualitas pelayanan yang diberikan juga lebih baik. Input mahasiswa yang dimiliki oleh setiap perguruan tinggi tentunya masih bersifat heterogen, masing-masing memiki minat dan keinginan yang berbeda, sebagai perguruan tinggi tugasnya yakni mempersiapkan segala hal dan memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Apapun kondisi input mahasiswa yang didapatkan, idealnya diproses sebaik mungkin sehingga menghasilkan ouput yang berkualitas dan berdaya saing.

Selengkapnya, Komponen Perguruan Tinggi (Bag.2)

Foto: UM Surabaya