IABIE digagas sendiri oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie, yang pada saat itu masih menjabat sebagai Menteri Riset, untuk memperkuat lembaga-lembaga di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Badan Pengelolaan Industri Strategis (BPIS).

FABANA.id-Jakarta. Ikatan Alumni Program HabibieĀ (IABIE) adalah suatu ikatan yang terdiri dari 1.500 lulusan SMA yang mendapatkan Program Beasiswa Habibie selama periode 1982-1996 di berbagai negara maju. Seperti Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belanda, Australia, Jepang, Kanada, dan Austria.

Program tersebut digagas sendiri oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie, yang pada saat itu masih menjabat sebagai Menteri Riset, untuk memperkuat lembaga-lembaga di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Badan Pengelolaan Industri Strategis (BPIS).

Beasiswa tersebut telah berhasil mengirim ribuan penerima beasiswa untuk meningkatkan kemampuan Bangsa Indonesia dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Setelah 20 tahun kemudian, pada 2 Agustus 2013 dilakukan deklarasi berdirinya IABIE oleh perwakilan dari masing-masing negara Alumni tujuan beasiswa.

Dideklarasi disaksikan oleh Prof. DR. Ing BJ Habibie sebagai pelindung di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. IABIE bertujuan untuk menghidupkan kembali peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam mendukung Pembangunan Nasional.

Selain itu, juga turut serta meningkatkan peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam proses Pembangunan Nasional menuju arah yang lebih produktif, lebih unggul, dan lebih kompetitif

IABIE menunjukkan kiprahnya dalam bentuk pemikiran strategis dan konsepsi pembangunan. Serta kiprah nyata sebagai ahli tehnik dan inovator diberbagai lembaga pemerintahan, perusahaan swasta dan lembaga pendidikan.

Pengurus dan anggota IABIE juga mewarnai berbagai media massa dengan artikel terkait solusi masalah kebangsaan. Sepanjang 2017 karya dan pemikiran segenap IABIE telah disampaikan kepada pemerintah, lewat pertemuan langsung dengan Menteri Ristek Dikti, Mendikbud, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta lembaga pemerintah lainnya.