Keniscayaan persaingan ekonomi dunia dan masalah krusial kemasyarakatan membutuhkan bermacam inovasi sebagai solusinya. Kemerdekaan Indonesia pada prinsipnya adalah berkat rahmat Allah, inilah yang menjadi spirit yang hebat untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan keadilan sosial.

FABANA.id. Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-72 dengan tema “Indonesia Kerja Bersama” merupakan momentum untuk mawas diri lalu memperbaiki kualitas segenap bangsa. Hari Kemerdekaan masih dibayangi dengan keprihatinan terkait masalah pembangunan manusia seperti yang disoroti badan dunia UNDP.

Masih memprihatinkan kualitas manusia Indonesia yang tergambar dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Yang menempatkan Indonesia dalam kategori pembangunan manusia menengah, dan peringkat 113 dari 188 negara.

Amat penting pembangunan manusia Indonesia khususnya membentuk SDM terbarukan. Memperbaiki kualitas dan daya saing SDM bangsa  adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Perlu terobosan dalam pembangunan manusia agar bisa membuahkan produktivitas yang tinggi serta meningkatnya nilai tambah lokal. Saatnya kerja yang cerdas dan berkualitas, bukan kerja asal kerja.

Keniscayaan persaingan ekonomi dunia dan masalah krusial kemasyarakatan membutuhkan bermacam inovasi sebagai solusinya. Kemerdekaan Indonesia pada prinsipnya adalah berkat rahmat Allah, inilah yang menjadi spirit yang hebat untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan keadilan sosial.

Memasuki usia bangsa yang ke-72, rakyat menuntut adanya kepemimpinan yang mampu menjadi navigator untuk mengatasi masalah sosial yang akut, ketimpangan ekonomi dan produktivitas yang terus merosot. Navigator itu juga harus mampu mewujudkan Indonesia inkorporasi yang inovatif, tangguh dan berdaya saing.

Gerakan nasional ayo kerja yang selama ini ditekankan oleh pemerintah sebaiknya dilandasi filosofi “Walk the Talk” untuk menggambarkan bahwa dibalik kepemimpinan terkandung kerja detail dan terukur. Serta ada satunya kata dengan perbuatan inovatif.

Untuk hadapi tantangan kedepan dibutuhkan profil pemimpin yang berjiwa inovatif. Karena keterbatasan sumber daya, kompleksitas kependudukan, problem sosial, krisis energi dan ancaman bencana alam hanya bisa diatasi dengan gaya manajemen dan kebijakan yang inovatif. Sehingga dimasa yang akan datang pemimpin harus mampu meningkatkan kapasitas inovatif nasional dan daerah. Juga perlu penguatan sistem inovasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Proses inovasi bisa berupa teknologi tepat guna yang berbasis sumber daya lokal. Tetapi juga bisa terkait dengan teknologi tinggi atau hi-tech yang berkembang di luar negeri. Inovasi teknologi teknologi tepat guna sangat penting untuk meningkatkan produktivitas hasil panen masyarakat. Teknologi tepat guna itu sangat bermanfaat karena mampu melipatgandakan produktivitas dan mendongkrak penghasilan masyarakat luas.

Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada semua pihak agar menyiapkan SDM usia produktif dengan baik. Oleh sebab itu perlu menyiapkan sebanyak mungkin SDM terbarukan. Baik SDM yang menggeluti hi-tech atau teknologi canggih maupun teknologi tepat guna yang sangat dibutuhkan oleh usaha rakyat. Untuk mencetak dua kategori SDM teknologi tersebut dibutuhkan program yang progresif dan luar biasa.

 

(Oleh: Bimo Sasongko, President Director & CEO Euro Management Indonesia)