faktamesirkuno8Seorang sosiolog, pemikir dan tokoh pergerakan terkemuda di Iran, Ali Syari’ati mengungkapkan. Sebuah sebuah peradaban akan lahir dan runtuh secara bergantian dari satu tempat ke tempat lain.

Contoh paling nyata dan masih terlihat sisa peradabannya adalah Mesir Kuno. Negara yang namanya diabadikan dalam Al Quran tersebut dahulunya adalah salah satu pusat peradaban di bumi. Namun, kehebatannya sudah hilang ditelan zaman dan hanya menyisakan  Piramida dan Sphinx sebagai bahan perenungan bersama.

Menurut catatan sejarah, masyarakat Mesir adalah bangsa pertama yang menemukan tulisan. Lalu, bila anda menengok belahan dunia lain, anda akan menemukan sebuah peradaban besar lain yaitu Mesopotamia di lembah sungai Eufrat dan Tigris. Namun kini peradaban tersebut seakan hilang tak berbekas ditelan derasnya zaman.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Berbeda halnya dengan kemajuan Barat saat ini yang berdiri sangat kuat dan dominan dalam hampir semua aspek kehidupan. ‘Peradaban’ yang diwakili oleh Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa Barat ini unggul dalam berbagai hal dimulai dari ekonomi sampai pendidikan termasuk teknologi yang ada saat ini yang dianggap lebih unggul dari tekhnologi di era Mesir Kuno.

Pemerintahan Barat nampaknya telah berhasil menerapkan konsep negara sejahtera (welfare state) yang menjamin kesejahteraan tiap-tiap penduduknya, sehingga menciptakan kemakmuran secara merata.

Kesejahteraan bisa merata karena negara mendapatkan uang banyak dari korporasi-korporasi besar dunia yang berada di kawasan ini. Lebih jauh, kondisi perpolitikan regional yang kondusif memungkinkan aspek-aspek kehidupan lain berjalan dengan lancar.

Bersambung…