FABANA.id – Jakarta. Pada Konferensi Internasional Islamic Universities League (Persatuan Universitas-universitas Islam se-Dunia) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 20 September 2017. Menghasilkan sebuah Deklarasi Jakarta yang menjadi harapan bagi masa depan pendidikan Islam dunia.

Pada point ke 13 dalam Deklarasi Jakarta, Universitas Darussalam Gontor, UIN Syarif Hidayatullah, Pondok Modern Tazakka, Pondok Modern Darunnajah, Pondok Modern Dar Qolam menjadi rujukan dan percontohan universitas dan pesantren di Indonesia.

BerikutĀ isi Deklarasi Jakarta:

1. Pentingnya mencapai integrasi ilmu-ilmu humaniora, ilmu sosial dan alam dengan ilmu pengetahuan Islam dan bahasa dalam berbagai tingkat pendidikan, terutama di tingkat perguruan tinggi dan pascasarjana dan penelitian ilmiah.

2. Pentingnya mendorong universitas-universitas untuk mengadakan penelitian bersama secara interdisipliner atau dalam lingkup satu disiplin ilmu melalui pendirian pusat-pusat studi, laboratorium dan tim peneliti yang terkait dengan konsep integrasi antar ilmu dan metodologi.

3. Menyosialisasikan integrasi ilmu pengetahuan antara ilmu dan penyertakannya di dalam kurikulum universitas maupun rencana penelitian di universitas Islam, dengan memperhatikan warisan ilmiah klasik yang menunjukkan integrasi pengetahuan dimaksud.

4. Mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu pengetahuan Arab, budaya Islam, sejarah dan filsafat sains di kalangan bangsa Arab dan muslim dalam disiplin ilmu-ilmu pengetahuan, sastra dan teknologi.

5. Memanfaatkan metode pengajaran modern, mengkombinasikan antara teori dan praktik, serta mendorong kreativitas intelektual, ilmiah dan sastra.

6. Mempublikasikan dan melakukan pertukaran penelitian ilmiah antar universitas Islam.

7. Pembentukan komite ilmiah di Islamic Universities League untuk tujuan mengintegrasikan pengetahuan teoritis dan terapan.

8. Mengadakan konferensi dan simposium interdisipliner untuk mempertimbangkan manfaat dari penelitian hukum, medis, ekonomi, sosial dan lingkungan.

9. Peserta Konferensi mengaperisasi upaya Kerajaan Saudi Arabia dan universitas-universitasnya, Republik Arab Mesir dan Al-Azhar dalam upaya bekerja sama dengan Republik Indonesia dan universitas-universitasnya, khususnya dalam pemberian beasiswa kepada siswa Indonesia dan pentingnya menambah utusan dosen yang mengajarkan bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama dari universitas-universitas Islam dari Saudi Arabia dan Mesir.

10. Memperhatikan pendidikan dan pengajaran bagi perempuan, sehingga fungsinya dalam mendidik generasi muda dapat mengarah pada pendidikan Islami yang baik.

11. Melatih generasi muda dengan keterampilan pendidikan, keilmuan, intelektual dan etika untuk menjadi penanggungjawab dalam masyarakatnya dan mensyinergikan antara pengalaman kaum tua dan kemampuan generasi muda.

12. Memelihara dan mengembangkan Islam yang moderat sesuai dengan ahlus sunnah wal jamaah untuk mencapai rasa aman dan nyaman, stabilitas sosial, dan mencegah kekerasan, terorisme, sektarianisme melalui kurikulum dan materi pendidikan dalam berbagai tahap jenjang pendidikan.

13. Memanfaatkan pengalaman sukses di bidang pendidikan dan pengajaran di universitas dan pondok pesantren di Indonesia seperti Universitas Darussalaam Gontor, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pondok Modern Tazakka, Pondok Modern Darunnajah, Pondok Modern Dar Al-Qalam dan universitas lain di dunia Islam dan lainnya.

14. Peserta Konferensi mengapresiasi upaya Kerajaan Saudi Arabia, Republik Arab Mesir dan Republik Indonesia dalam pengabdiannya di bidang pendidikan, penelitian ilmiah dan memajukan Islam dan umatnya.

Peserta konferensi sepakat untuk mengirimkan ucapan terima kasih dan deklarasi ini kepada: Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, Pelayan Dua Tanah Suci Raja Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz Ali Saud, dan Presiden Republik Arab Mesir Abdul Fattah Al-Sisi, atas upaya yang telah dilakukan melalui universitas-universitas di negara masing masing, serta atas kerja sama mereka dalam memerangi terorisme dan ekstrimisme.

Foto: Anizar Masyhadi