Urusan kemanusiaan tidak hanya tugas dari lembaga kemanusiaan, semua umat manusia sejatinya punya peran yang sama untuk membantu sesama manusia. Seperti yang disampaikan oleh Musisi Solo, Tere. Menurutnya kondisi Ghouta saat ini adalah sebuah duka kemanusiaan.

Fabana.id, Jakarta- Aksi Cepat Tanggap kembali menyelenggarakan Ngobrol Kemanusiaan (NgoKem), Kamis (8/2). Acara yang bertajuk “Selamatkan Ghouta” ini bertempat di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Ngobrol Kemanusiaan  menggandeng seniman dan jurnalis untuk membicarakan krisis kemanusiaan di Suriah, khususnya di Ghouta Timur.

Hadir dalam Ngokem kali ini antara lain Presiden ACT Ahyudin, Musisi Solo, Tere, X Musisi Madmor Abu Taqo, Komikus Tony Trax dan Pizaro, Redaktur Eksekutif Kantor Berita Turki Anadolu Agency. Mereka hadir di Ngokem sebagai manusia yang peduli terhadap krisis kemanusiaan yang melanda Ghouta.

Urusan kemanusiaan tidak hanya tugas dari lembaga kemanusiaan, semua umat manusia sejatinya punya peran yang sama untuk membantu sesama manusia. Seperti yang disampaikan oleh Musisi Solo, Tere. Menurutnya kondisi Ghouta saat ini adalah sebuah duka kemanusiaan.

“Bagi saya ghouta adalah duka kemanusiaan, pertanyaannya apakah kita masih layak disebut manusia jika membiarkan mereka berurai darah dan air mata?.” jelas Tere.

Dari kacamata Jurnalis, Pizaro Redaktur Eksekutif Kantor Berita Turki, Anadolu Agency mengharapkan para jurnalis bisa produktif mengabarkan krisis kemanusiaan yang terjadi di Ghouta timur.

“Selama ini media baru mengangkat soal isu kemanusiaan ketika ada peristiwa. Padahal Ghouta adalah peristiwa itu sendiri. Sudah sejak lama, Ghouta terkepung dan mengharapkan uluran bantuan kemanusiaan,” jelas Pizaro.

Sementara itu, Presiden ACT Ahyudin menyoroti bagaimana setiap krisis kemanusiaan,  menyuguhkan peluang penentu, untuk pribadi juga sebuah bangsa. Yakni, menjadi pribadi atau bangsa baik dan humanis, atau mati rasa tak berperikemanusiaan.

“Skala derita konflik di Suriah memasuki fase teramat kritis. Banyak jasad berjatuhan menjadi mayat, banyak jiwa menyelamatkan diri ke negeri lain. Tujuh tahun krisis Suriah, jangan cuma menyoal angka korban atau kalkulasi kerugian material. Lebih jauh dari itu,  apa yang sudah kita lakukan untuk menolong mereka?” jelas Ahyudin.

 

Kondisi Ghouta Terkini

Serangan yang tengah berlangsung di Ghouta Syira sejak 18 Februari 2018 masih terus menyisakan korban. Lagi-lagi, operasi militer dengan dalih mengusir oposisi di Ghouta Timur mengorbankan perempuan, anak-anak dan warga yang tidak berdosa.

Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mencatat, sejak krisis Ghouta hingga sekarang, korban jiwa yang berguguran sudah mencapai lebih dari 700 jiwa. Sebagai manusia yang punya hati nurani, kondisi yang terjadi di Ghouta patut kita bela, bantu dan perjuangkan.

Krisis yang terjadi menggerakkan masyarakat Indonesia untuk membantu menyelamatkan Ghouta. Melalui Aksi Cepat Tanggap, bantuan kemanusiaan sumbangsih masyarakat indonesia terus disalurkan untuk pengungsi internal di Ghouta Timur.

Bantuan yang didistribusikan antara lain makanan siap santap seperti nasi biryani dan lauk pauk, sup lentil, roti khobz. Lalu juga ada bahan bakar untuk pengungsi, mengingat saat masih musim dingin di suriah. Bantuan disalurkan ke pengungsi yang masih bertahan di rumah mereka maupun di bungker bawah tanah.

Hingga saat ini, bantuan kemanusiaan dari masyarakat indonesia telah menjangkau ribuan pengungsi di Ghouta Timur. Selain menjangkau Ghouta Timur, bantuan kemanusiaan ACT juga menyasar pengungsi-pengungsi Suriah di perbatasan.

 

Melibatkan IHC

Sadar skala krisis Suriah yang besar, dan Turki sebagai negeri humanis yang membuka diri untuk menampung dan menanggung pangan tak kurang dari 3,5 juta pengungsi dari Suriah,  ACT bertekad berkontribusi menanggung sebagiannya, mewakili bangsa besar Indonesia.

Seiring program Kapal Kemanusiaan untuk Suriah yang akan berangkat 21 April 2018 nanti dari Aceh, ACT juga menyiapkan pembangunan pusat layanan pengungsi,  Indonesia Humanitarian Center/IHC, di Turki, yang menyediakan multilayanan kemanusiaan, antara lain medis,  pangan,  dan shelter.

Sumber foto: ACT.id