FABANA.id – Bertepatan dengan momen Hari Pahlawan 10 November 2017, didorong oleh semangat dan nilai-nilai kepahlawanan bangsa, para alumni lulusan sekolah dan perguruan tinggi di Jerman mendirikan Ikatan Alumni Jerman (IAJ). KOmang Wirawan didaulat menjadi ketua organisasi alumni Jerman lintas keilmuan dan lintas generasi ini. Deklarasi ini bertempat di Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Menteng, Jakarta Pusat.

Berdirinya perkumpulan ini menjawab kebutuhan untuk memiliki sebuah organisasi alumni yang mampu berkiprah secara efektif untuk kemajuan bangsa. Serta berdedikasi, berkompeten dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Baik lewat pemikiran maupun terjun langsung dalam program pembangunan di segala bidang.

Negeri Jerman terletak di jantung benua Eropa. Beriklim empat musim yang sedang, kini dengan jumlah penduduk sekitar 82 juta orang. Sejak kemerdekaan Indonesia, sekitar 30.000 siswa Indonesia telah melanjutkan pendidikan di Jerman. Hubungan Indonesia dan Jerman antara lain mencakup kerja sama erat dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan. Republik Federal Jerman melakukan berbagai upaya untuk menarik minat siswa berprestasi dari Indonesia untuk menempuh pendidikan mereka di Jerman. Tercatat lebih dari 8000 siswa Indonesia saat ini yang tengah menempuh pendidikan di Jerman, yang merupakan peningkatan sebesar 40 % dalam 4 tahun terakhir, hal itu menempatkan Jerman pada peringkat nomor 1 di Eropa dan nomor 5 di seluruh dunia dalam jumlah siswa asal Indonesia yang belajar di luar negeri.

Kiprah dan Arah Perjuangan IAJ

IAJ merupakan sarana untuk peningkatan jaringan dan kompetensi alumni Jerman. IAJ merupakan partner Pemerintah RI untuk melancarkan roda pembangunan, peningkatan daya saing bangsa dan mencari solusi untuk kesejahteraan masyarakat kota maupun pedesaan. IAJ akan bekerjasama dengan organisasi-organisasi nasional maupun internasional untuk integrasikan SDM global. Ikut meningkatkan dan memperluas kerjasama disegala bidang, khususnya kerjasama SDM Iptek antara Indonesia-Jerman. Banyak ahli dari Indonesia yang berkarya di Jerman dan tersebar luas dimuka bumi yang mendapat posisi strategis disana sebagai ilmuwan dan inovator berkelas dunia.

Para anggota IAJ siap untuk bersinergi membenuk jejaring Indonesia Integrated untuk memajukan Iptek. Lewat Indonesia Integrated, kompetensi SDM unggul dan berkompetensi kelas dunia bisa diintegrasikan secara langsung atau melalui perusahaan/organisasi tempat mereka bekerja. Sinergi saling melengkapi itulah yang ingin dicapai IAJ dengan berbagai inisiatif dan program kerjanya. IAJ segera membentuk platform komunikasi dan kontak yang menjadi dasar bagi jaringan global dan integrasi kompetensi alumni Jerman yang secara pribadi maupun profesi berkepentingan menjalin hubungan erat dengan Jerman. Keanggotaan IAJ terbuka bagi seluruh WNI yang pernah sekolah di Jerman.  .

Optimasi Peran Anggota IAJ untuk Pembangunan Bangsa

Sebagai entitas intelektual bangsa, segenap anggota IAJ dituntut memiliki karakter unggul dan inklusif atau merakyat dalam berkarya maupun dalam menggeluti profesinya. Meraih keunggulan dibidang Iptek dan nilai tambah segala bidang, serta selalu digaris depan depan dalam transformasi teknololgi dan industri. Semua itu merupakan karakter dasar IAJ. IAJ sadar benar bahwa pembangunan karakter bangsa merupakan megaproyek bagi bangsa-bangsa yang ingin maju dan berdaya saing tinggi. Apapun dan berapapun harganya akan ditempuh demi keberhasilan pembangunan karaker bangsa yang diikuti oleh penguasaan IPTEK secara progresif.

Visi IAJ adalah terdepan dan inklusif memajukan iptek, meningkatkan nilai tambah perekonomian bangsa dan kapasitas inovasi di Tanah Air. Dengan modal alamiah berupa wadah perhimpunan alumni dengan bermacam portofolio kompetensi serta daya kreativitas dan inovasi. IAJ bertekad mewujudkan kepemimpinan unggul khususnya kepemimpinan dalam domain Iptek dan dunia usaha melalui sinergi yang kuat antar anggota dan sesama anak bangsa. Terus berjuang bersama meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan pembangunan nasional di Indonesia. Khususnya strategi transformasi teknologi dan industri dengan wahana yang sesuai dengan semangat jaman.

Program kerja

IAJ menekankan berbagai macam inisiatif kebangsaan dan kebudayaan.  Para anggota IAJ pada saat ini telah eksis berkaya dan berinovasi untuk bangsa. Sebagian besar masih terkait dengan aspek global brain circulation yang berkarya di dalam negeri ataupun di luar negeri yang langsung ataupun tidak langsung telah menyokong kemajuana bangsa. Masing-masing terkait dengaan aspek global brain circulation.

IAJ juga memiliki program kerja terkait advokasi, promosi dan dukungan konkrit terhadap segenap para ilmuwan, inovator dan teknolo g yang tengah berkarya dan berinovasi tetapi ditengah jalan mengalami berbagai kendala teknis dan non teknis. Pengurus IAJ akan selalu memberikan masukan yang komprehensif kepada pemerintah, khususnya mewujudkan poros teknologi global yang kini sedang dibangun oleh Presiden Joko Widodo. Membantu pemerintahan membenahi ekosistem di dalam negeri yang mampu mengkondusifkan brain circulation, dimana warga negara berbakat betah berkarya di negeri tercinta.

IAJ juga berperan sebagai badan pemikir, badan analis yang berorientasi pada kebijakan pembangunan nasional dan inisiatif kerakyatan. Juga mempunyai solusi konkrit dan daya guna langsung terhadap masyarakat, pemerintah, dan para pengambil keputusan. Implementasi badan pemikir juga sebagai clearing house untuk para anggota dan cendekiawan lain yang mungkin tidak mendapat kesempatan dikenal idenya, terutama oleh para pengambil keputusan. Aktivitas sebagai badan pemikir juga diwujudkan dalam seminar, pendidikan, latihan, dan penjabaran ide yang bersifat strategis untuk pembangunan bangsa.

Meneruskan Peran Sejarah

Segenap anggota IAJ bertekad melanjutkan peran sejarah Bapak BJ Habibie serta para sesepuh alumni Jerman lainnya. Hal itu sejak Presiden RI ketiga menjadi penggerak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman pada 1956. Sebagai pengurus pada waktu itu Bapak BJ Habibie memiliki obsesi dan visi pembangunan yang detail dan luar biasa bagi langkah kemajuan bangsa.

Sejak saat itu PPI mulai menyiapkan wahana bangsa diberbagai bidang. Seperti bidang kedirgantaraan, maritim, ketenagalistrikan, dan wahana industrialisasi lainnya. Wahana merupakan sarana dan prasarana yang strategis untuk pembangunan bangsa yang bertumpu kepada prinsip kemandirian. Sepanjang kariernya BJ Habibie telah mempersiapkan berbagai wahana industrialisasi dan pusat IPTEK serta meletakkan tonggak kebangkitan teknologi nasional.

Pada saat ini IAJ sedang melakukan reinventing program pengiriman kembali para lulusan SMA dan SMK ke luar negeri dengan skema yang sesuai dengan kondisi sekarang serta memberikan solusi ke Pemerintah terkait dengan pengiriman lewat skema offset. Kebijakan Presiden Joko Widodo memacu pembangunan infrastruktur memerlukan dukungan banyak SDM ahli dibidang teknis maupun pembiayaan. Sehingga pembangunan infrastruktur bisa terwujud dengan kualitas yang baik dan bisa berlanjut tanpa kendala yang berarti diwaktu mendatang.