Pemerintah dan kita semua perlu memberikan perhatian sarana untuk murid autis. Kesejahteraan guru-guru juga harus diperhatikan dan pengakuan lainnya,

Fabana.id-Samarinda– Wakil Ketua Komisi X DPR RI menegaskan bahwa para murid autis harus mendapat pendidikan dan tidak boleh ada diskriminasi. Hal ini ia sampaikan pada kunjungan ke Sekolah Khusus Pelita Bunda Samarinda, Sabtu (5/5).

“Anak-anak autis adalah anak-anak hebat. Setiap anak berhak mendapat pendidikan. Konstitusi kita melindungi keberadaan anak-anak autis dan menjamin mendapat pendidikan,” kata Hetifah.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim itu juga meminta agar perhatian pemerintah juga ditujukan menyangkut sarana belajar murid-murid autis.

“Pemerintah dan kita semua perlu memberikan perhatian sarana untuk murid autis. Kesejahteraan guru-guru juga harus diperhatikan dan pengakuan lainnya,” lanjut Hetifah.

Farah Flamboyant, seorang guru untuk murid-murid autism mengatakan bahwa masalah utama anak-anak autis adalah kurang penerimaan baik dari teman, guru hingga sekolah.

“Mereka (anak autis) secara fisik tidak ada problem. Problem yang justru muncul adalah kadang anak autism tidak diakui guru dan sekolah. Makanya, harusnya ada pendidikan guru berkebutuhan khusus sehingga anak autis mendapat pendidikan lebih layak,” kata Farah.

Farah berharap agar kampus-kampus yang mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat berpartisipasi dalam pendidikan anak-anak autis.

“Kalau ada KKN biasanya anak-anak mahasiswa itu ngajar di sekolah-sekolah. Tapi mereka minim perhatian pada murid autis. Kita ingin kerjasama dengan kampus agar ketika KKN mahasiswanya juga turut mendidik anak autis.