‘Ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air es dan salju, dan bersihkanlah hatiku dari dosa-dosaku sebagai pakaian yang putih dibersihkan dari kotoran.’ (HR Muslim)

Ketika tubuh, pakaian, dan benda-benda di sekitar Anda kotor, maka cara ampuh untuk membersihkannya adalah dengan menggunakan air. Ilmuan pun sependapat dengan cara Anda. Mereka berpendapat bahwa air merupakan pelarut ajaib yang dapat melarutkan berbagai jenis zat kimia. Walaupun terdapat beberapa zat-zat ’hidrofobik’ yang tidak mudah terlarutkan oleh air, semisal lemak dan minyak. Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat itu menandingi kekuatan gaya tarik menarik listrik antara molekul air. Jika tidak dapat menandinginya, maka molekul zat tersebut akan mengendap dalam air.

Ketika kotoran menempel pada kain, maka akan berlangsung daya tarik antara keduanya. Dengan adanya kualitas polar dan kapiler pada air, ia dapat melarutkan kotoran itu dengan cara mengisolasi ion-ionnya satu sama lain, sehingga kekuatan perekat antar ion menjadi lemah.

Jika kotorannya dari lemak, maka air akan terpental dalam bentuk bola-bola yang tidak membasahi permukaan kain karena kekuatan antara air dan kotoran lebih rendah daripada daya lekat molekul-molekul air itu sendiri. Untuk membersihkannya, membutuhkan sabun yang bersifat mengurangi tegangan permukaan air, sehingga sabun dapat menyebar ke lemak dan bereaksi membentuk emulsi lemak. Dan meningkatkan daya tarik menarik antara air dan kotoran menjadi lebih kuat, sehingga dapat meninggalkan permukaan air. Inilah mengapa sabun digunakan sebagai bahan pembersih kebanyakan manusia.

Namun, apakah maksud do’a Rasulullah SAW diatas? Mengapa Rasulullah memohon kepada Allah untuk membersihkan dosa-dosanya menggunakan air es dan salju? Apakah air es dan salju dapat membersihkan kotoran?

Tidak semua kotoran dapat dibersihkan dengan air dan sabun. Salah satu contohnya adalah noda lilin pada pakaian. Daya rekatnya yang begitu besar, sulit diatasi oleh air dan sabun. Namun, dengan sepotong bongkahan es, kesulitan itu dapat teratasi. Suhu dingin pada es akan mendekatkan molekul-molekul keduanya, sehingga daya rekatnya berkurang dan kemudian terlepas dari pakaian.

Sedangkan salju itu terbentuk pada suhu yang lebih rendah dari nol-derajat. Jika ada kotoran yang membandel, maka air salju dapat mengurai partikel-partikel kotoran tersebut secara lebih kuat daripada es, sehingga kotoran tersebut terpisah dari pakaian dan hilang.

Doa ini menyamakan dosa dengan kotoran yang harus dicuci dengan air. Sedangkan kotoran yang tidak bisa hilang dengan air itu dihilangkan dengan es. Dan yang tidak bisa hilang dengan es itu dihilangkan dengan salju, agar tidak tersisa lagi dosa-dosa seseorang.

Rasulullah saw dalam hadits lain bersabda, ‘Bagaimana pendapat kalian jika di depan pintu salah seorang dari kalian terdapat sungai, lalu ia mandi di dalamnya lima kali setiap hari, apakah masih tersisa kotoran padanya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak akan tersisa sedikitpun kotoran padanya.’ Lalu Nabi bersabda, ‘Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah akan menghapus dosa-dosa denganya.’ (HR Bukhari)