Jakarta- FABANA.ID Gerakan Indonesia 2030 (GI2030) adalah sebuah gerakan untuk mengajak dan mendorong masyarakat Indonesia yang berani untuk ikut terlibat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang dapat bersaing di Era Globalisasi (MEA – Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan negara tanpa batas (Borderless countries).

Nama GI2030  berasal dari prediksi banyak lembaga dunia termasuk laporan World Bank dan Mckinsey yang menyatakan bahwa di Tahun 2030 Indonesia akan menjelma menjadi Negara 6 besar dunia, membuntuti China, Amerika, Jepang, Brasil dan Rusia.

Prediksi itu bisa tercapai tentunya dengan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing tinggi. Demi mencapai tujuan itu, para pemuda/i Indonesia harus mempelajari dan menyerap pengetahuan langsung dari pusatnya yaitu negara-negara maju di Dunia. Kita berharap, di tahun 2030 orang-orang yang kuliah di Luar Negeri sudah kembali ke Indonesia untuk membangun negara tercinta ini. Belajar bahasa asing dan belajar ke luar negeri adalah di antara untuk menuju ke sana.

Tujuan adanya program gerakan ini adalah mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) di Indonesia, mengajak semua pihak untuk terlibat menjadikan SDM Indonesia menjadi SDM Unggul dan dapat bersaing di Dunia International, agar Prediksi Indonesia menjadi salah satu Negara MAJU di Tahun 2030 dapat tercapai. Program ini adalah Gerakan Pendidikan, dan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama seluruh Elemen Bangsa. Gerakan ini memberikan kesempatan kepada anak bangsa Indonesia untuk menguasai kemampuan bahasa asing, mempersiapkan dan memotivasi mereka untuk meneruskan studi ke luar negeri sehingga ada ribuan hingga jutaan anak bangsa Indonesia belajar di negara-negara maju dunia dan kembali ke Indonesia untuk membangun Negara.

Gerakan Indonesia 2030 digagas oleh Bapak Bimo Sasongko, penerima beasiswa STAID 1 USA. Ia berhasil memperoleh beasiswa untuk kuliah di teknik penerbangan atau aerospace engineering, di North Carolina State University, Ralegh, North Carolina, USA pada tahun 1991–1995. Beliau kemudian melanjutkan program S2 di Amerika Serikat mengambil program master di jurusan industrial engineering atau teknik industri di Arizona State University. Tahun 1996 beliau kembali ke Indonesia dan berkarir di BPPT. Pada tahun 2001, beliau melanjutkan studi ke FH. Pforzheim Jerman dengan mengambil program MBA dan lulus 2003, kemudian bekerja kembali di BPPT.

Gerakan Indonesia 2030

Dalam pelaksanaannya, Gerakan Indonesia 2030 dirintis oleh Euro Management, salah satu lembaga konsultan pendidikan luar negeri terbesar di Indonesia. Euro Management juga  bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Eropa Indonesia (YPEI) sebagai operator penyelenggaranya dan didukung oleh berbagai lembaga yang peduli tentang peningkatan kualitas SDM Indonesia di antaranya adalah Collegeprep Indonesia, Seiko Management Indonesia, CELES (Centro De Lengua Espanola Y Cultura Hispana) dan JASSO (Japan Student Services Organisation).

Pihak lain yang juga berpartisipasi adalah para relawan (volunteers), serta organisasi-organisasi yang secara khusus membantu program ini seperti Indorelawan, kitabisa.com, PP Muhamadiyah, IABIE – Ikatan Alumni Program Habibie , ICMI – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.

Fokus program Gerakan ini adalah memberikan kesempatan kepada anak bangsa untuk mendapatkan fasilitas beasiswa berupa kursus bahasa asing gratis, persiapan tes bahasa asing (TOEFL/IELTS) serta persiapan studi ke luar negeri, baik beasiswa maupun mandiri. Adapun segmentasi pesertanya adalah siswa SLTA, mahasiswa, jurnalis, ormas, PNS, pegawai BUMN, guru dan dosen.

Angkatan (batch) ke-4 beasiswa GI2030 akan dilaksanakan awal November 2017 ini. Untuk informasi lebih lanjut silakan mengunjungi laman  www.gerakanindonesia2030.org atau www.euromanagement.co.id/beasiswa untuk mencari tahu bagaimana cara ikut serta
beasiswa atau terlibat dalam GI2030.