Fabana memilih film Indonesia bertema pendidikan yang harus anda tonton. Karya sineas tanah air ini akan menyemangati kita, memberi inspirasi dan menyadarkan agar terus bersyukur.

FABANA.id – Film saat ini sudah menjadi salah satu hiburan bagi manusia di seluruh dunia, meski tingkat konsumsi film juga ditentukan oleh tingkat kesejahteraan ekonomi dan keadaan sosial masyarakat. Ada yang rutin menonton film di bioskop, ada pula yang menikmatinya lewat DVD bajakan dan unduhan internet, ada pula yang menikmati sinema secara gratis lewat siaran televisi.

Dunia perfilman tanah air sempat mati suri pada era 90an. Selepas krisis moneter  98, mulailah para sineas menghidupkan kembali geliat sinema Indonesia pada awal 2000an. Sejak saat itu, film dengan berbagai genre menjamur di bioskop dan layar kaca pemirsa.

Tentu saja yang paling digemari adalah drama tentang cinta keluarga dan kehidupan. Lalu menyusul berikutnya genre komedi, horror, atau aksi laga. Di tengah-tengah genre yang digemari penonton tersebut, sebenarnya ada banyak film Indonesia yang mengulik drama kehidupan tentang pendidikan.

Kami memilihkan untuk anda 5 film Indonesia terbaik tentang pendidikan yang menginspirasi.  Anda dapat menontonnya sendiri atau keluarga dan orang terdekat:

1. Denias, Senandung di Atas Awan (Produksi tahun 2006)

Denias, Senandung di Atas Awan

Foto: Alenia Pictures

Mengisahkan perjuangan seorang anak bernama Denias untuk mendapat pendidikan di pedalaman Papua. Denias, sang tokoh utama berbekal keteguhan tekad, harus menghadapi berbagai rintangan untuk mewujudkan cita-cita, sampai harus meninggalkan kampungnya.

Kita disuguhi kenyataan bahwa ketimpangan pembangunan dan pendidikan di luar Jawa begitu kentara. Selain menginspirasi, penonton juga dimanjakan oleh latar belakang alam Papua yang begitu indah.

Bisa dibilang berkat kesuksesan film ini, produser suami-istri Ari Sihasale (Ale) dan Nia Zulkarnaen seperti “ketagihan” membuat film bertemakan anak, pendidikan serta keanekaragaman budaya di Indonesia. Padahal pada masa tersebut, proyek film Denias dianggap tidak masuk akal karena melawan arus tema film laku yang berupa drama dan horor.

2. Laskar Pelangi (2008)

Laskar Pelangi

Foto: Miles Films

Berlatar belakang pulau Belitung, penghasil timah terbesar di Indonesia pada tahun 70an. Pusat cerita adalah dua orang guru, yaitu Bu Muslimah dan Pak Harfan yang mengabdi di sekolah Muhammadaiyah yang miskin. Sekolah ini terancam harus ditutup jika tidak bisa memenuhi kuota 10 murid di tahun ajaran baru. Untung saja di detik terakhir ada seorang anak istimewa yang menggenapi jumlah siswa.

Kesepuluh murid tersebut masing-masing memiliki kecerdasan, bakat dan karakter yang unik. Meski dinaungi keterbatasan, kedua guru ini mendidik dengan penuh ketulusan dan semangat yang menular pada anak didiknya. Sebuah film yang patut ditonton oleh pendidik, orang tua, siswa dan semua lapisan masyarakat.

Diangkat dari novel laris karya Andrea Hirata, film ini juga menuai kesuksesan serupa. Laskar Pelangi sempat memegang rekor film dengan jumlah penonton terbanyak saat menebus angka 4,7 juta penonton. Sebelum akhirnya pecah oleh film Warkop Reborn sejumlah 6 juta penonton pada tahun 2016. Keseruan kisah dalam film ini berlanjut dalam Sang Pemimpi (2009) dan Laskar Pelangi 2: Edensor (2013).

3. Negeri 5 Menara (2012)

Negeri 5 Menara Ustadz Salman

Foto: Kopas Gramedia Production

Alif, seorang anak dari ranah Minang, Sumatera Barat dengan setengah hati harus mengikuti keinginan orang tuanya sekolah di Pesantren. Maka, begitu lulus dari SMP iapun terdampar di Pondok Madani, sebuah pesantren di Ponorogo, Jawa Timur, 2.000 kilometer jauhnya dari kampung halaman.

Lewat film ini, membuka mata kita bahwa Pondok Pesantren bukanlah lembaga pendidikan yang terkebelakang. Rupanya di pesantren para santri berdisiplin bak di barak tentara, fasih berbahasa Arab-Inggris, berolahraga bak atlet, berpenampilan necis dengan jas & dasi hingga belajar jadi jurnalis dan anak band!

Kisah Alif ini berdasarkan kisah di novel dengan judul yang sama karangan Ahmad Fuadi.

4. Sokola Rimba (2013)

Adegan Film Sokola Rimba

Foto: Miles Films

Seorang wanita bernama Butet Manurung (diperankan Prisia Nasution) mengabdikan diri membina pendidikan bagi suku Kubu di Jambi. Suku yang juga dikenal dengan Orang Rimba ini mendiami Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi. Mereka hidup terpisah dari masyarakat pada umumnya. Butet prihatin Orang Rimba sering menjadi korban pemerintah dan pengusaha kelapa sawit.

Sayangnya, bagi masyarakat Rimba, pendidikan bukan bagian dari budaya orang Rimba. Bahkan dalam satu adegan digambarkan mereka percaya bahwa pensil adalah pembawa penyakit dan bala. Tak heran misi pendidikan Butet melalui Sokola Rimba pada awalnya mendapat penolakan dari masyarakat Rimba sendiri.

Berkat semangat gigihnya, lambat laun melalui Sokola Rimba, Butet berhasil menanamkan keyakinan bahwa pendidikan dapat melindungi mereka dari tindasan dan kesewenangan dunia luar. Sokola Rimba berhasil mendapat penghargaan “Film Terpuji” di Festival Film Bandung 2014.

5. Alangkah Lucunya Negeri Ini (2010)

Reza Rahardian, Alangkah Lucunya Negeri Ini

Foto: Citra Sinema

Agak berbeda dengan film-film sebelumnya yang berlatar belakang kawasan terpencil di Indonesia, kali ini kami memilih film yang bercerita tentang Jakarta, ibukota negara kita. Menyoroti kehidupan Muluk (Reza Rahardian), pengangguran bertitel sarjana yang memberikan pendidikan pada para copet. Di tengah kehidupan Jakarta yang keras, ia berupaya merubah kehidupan para pencopet yang kebanyakan anak di bawah umur menjadi lebih baik dan keluar dari pekerjaan haram itu.

Namun dalam membina anak-anak yang belum pernah tersentuh pendidikan tidaklah semudah membalik telapak tangan. Otak mereka sudah terlanjur diisi dengan nilai-nilai negatif. Contohnya saja, mereka bercita-cita jadi koruptor!

Sutradara Dedi Mizwar banyak menyindir kondisi sosial masyarakat kita melalui karyanya ini. Semua sindiran dan kritik itu dikemas dalam komedi satir yang membuat kita tertawa sambil tersenyum pahit.

Karya  Lain yang Layak Masuk Daftar ini….

Memang kami hanya membatasi artikel ini lewat 5 film pilihan. Meski sebenarnya ada beberapa film inspiratif lain yang sebenarnya layak masuk daftar ini:

  • Di Timur Matahari (2012), tentang anak Papua yang ingin sekolah.
  • Sang Pemimpi (2009), lanjutan Laskar Pelangi.
  • Catatan Akhir Sekolah (2005), kehidupan anak SMA di Jakarta.
  • Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara (2016), guru asal Jawa yang mengajar di Nusa Tenggara Timur.
  • Sepatu Dahlan (2014), biografi Dahlan Iskan, mantan menteri dan pengusaha.

(MYM/F)