IMG_8738

Deli Amarta bersama istri dan buah hatinya

 

Bagi alumni Gontor, nilai-nilai pondok merupakan salah satu hal yang akan selalu dikenang sepanjang hidupnya. Tidak jarang di antara nilai tersebut menjadi kunci sukses dalam berkiprah di masyarakat. Deli Amarta, adalah salah satu yang membuktikannya. Even the best can be improved, merupakan nilai Gontor yang dipegang teguh oleh alumni kelahiran Lahat, 25 November 1987 ini.

Deli bersyukur bahwa apa yang telah di-enyam selama di Gontor menjadi bekal yang berharga dalam meniti jalan yang ditempuhnya saat ini. Setelah menamatkan KMI pada 2006, Deli melanjutkan pendidikannya di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Siman (yang saat ini telah menjadi Universitas Darussalam) dan menyelesaikan S1 untuk jurusan Pendidikan Agama Islam pada 2010. Sempat diberikan tawaran untuk menjadi staff di ISID, Deli lebih memiih untuk pulang dan berkiprah di masyarakat.

Pada titik inilah konsistensi alumni Gontor betul-betul diuji oleh kerasnya kehidupan di masyarakat. Deli yang sempat mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil, pada akhirnya memilih mundur karena dihadapkan pada jalan yang kotor. Untuk dapat lulus ujian CPNS, Deli diharuskan untuk meyediakan uang tunai senilai 150 juta rupiah. Tawaran kotor itu ditolaknya mentah-mentah.

“Saya teringat pelajaran Hadist yang tertanam sewaktu belajar di Gontor, bahwa penyuap dan yang disuap keduanya berada di neraka.”

Hal itu dijadikannya pembelajaran untuk lebih dewasa dan mawas diri.

Akhirnya Deli memutuskan untuk mengamalkan ilmunya dengan mengajar di pesantren. Pondok Darul Muttaqin di Bogor menjadi tempatnya mengabdi. Tekadnya untuk menanamkan nilai-nilai pesantren layaknya Gontor dengan miliu yang tertata rapi mengantarkannya untuk melanjutkan pengabdian di Pondok Pesantren An-Nahl, yang merupakan cabang Darunnajah ke-5, di Cikeusik Pandeglang.

Deli ingat betul nasihat Kyai bahwa orang besar adalah orang yang siap terjun mengajar ngaji di pelosok dan jauh dari kerumunan kota. Keteguhannya mengamalkan nilai-nilai Gontor mengantarkannya untuk mengemban amanah sebagai Direktur Tarbiyatul Mu’allimin Al Islamiyyah (TMI) Darunnajah 5, serta Kepala Madrasah jenjang MTs.

Sekali lagi falsafah Gontor diterapkannya, bahwa segala sesuatu yang terbaik pun masih dapat ditingkatkan atau disempurnakan. Meskipun sudah mempunyai jabatan, Ia tak segan untuk kembali mencari ilmu dengan melanjutkan studi ke jenjang S2 di IAIN Serang. Jauh di lubuk hatinya, alumni yang telah dikaruniai seorang putra ini memendam cita-cita untuk mendirkan lembaga pendidikan sendiri yang dikelola bersama-sama alumni.

Semoga terwujud, Deli! (kv)