Setelah subuh, perlengkapan acara sudah siap di aula Pondok Modern Darul Muttaqien, Parung Bogor. Namun, ada saja hal-hal kecil yang membuat suasana semakin beragam. Salah satunya urusan makanan.

FABANA.id-Bogor. Sampai H-7 panitia masih bingung dengan jumlah anggaran yang masuk. Khotib Nadhori yang kala itu sedang memimpin rapat menjelaskan total anggaran yang dibutuhkan sekitar 7-8 juta. Sedangkan dana yang masuk baru mencapai sekitar 3 juta.

Bertempat di Pondok Pesantren Al Inayah, Pamulang. Anggota rapat panitia HalalBiHalal membahas hal-hal teknis acara. Termasuk menagih komitmen panitia untuk memberi iuran sebesar minimal Rp 50 ribu. Namun, jumlah yang terkumpul setelah tambahan dari iuran wajib panitia yang hadir saat itu, belum juga mencukupi.

Selang beberapa menit setelah rapat selesai, sebuah kabar bahwa dana kas bertambah dua kali lipat. Dana sebesar Rp 8 juta dari salah satu alumni 10 windu dikirim ke nomer rekening atas nama Yayasan Alumni 10 Windu.

Menjelang hari pelaksanaan, dana terus bertambah. Berdasarkan laporan dari Bendahara, Mustaqim dan Putra Satria. Dana yang terkumpul berjumlah sekitar Rp 17 juta. Dana yang terbilang sedikit untuk perintisan sebuah mimpi besar, tapi juga besar untuk sebuah permulaan.

 

Khotib dan Ridwan menunjukan sejumlah uang hasil patungan panitia HalalBiHalal. Foto: Istimewa.

Berkat kedermawanan sesama teman perjuangan, masalah dana untuk penyelenggaraan HalalBiHalal teratasi sudah. Teman-teman panitia yang mayoritas tinggal di Bogor terus menyibukkan diri dengan berbagai persiapan teknis hingga pukul 2 dini hari. Termasuk penjemputan peserta yang jauh dari lokasi acara.

Setelah subuh, perlengkapan acara sudah siap di aula Pondok Modern Darul Muttaqien, Parung Bogor. Namun, ada saja hal-hal kecil yang membuat suasana semakin beragam. Salah satunya urusan makanan.

“Roti gimana ? Kok jam segini belum dateng ? Katanya mau di packingin ke kotak snack?” tanya Anas Romzi perwakilan dari Kediri, Jawa Timur kepada panitia di grup whatsapp pukul 6.45.

“Sudah disiapkan, sedang dalam perjalanan bersama Arisoe dan Khotib,” jelas Sanusi cepat.

“Irsyad, musik Hymne Oh Pondokku sudah siap belum?” lanjut Sanusi memastikan.

“Bentar, sedang disiapkan,” jelas Irsyad kemudian.

Menjelang pukul 9 pagi, beberapa panitia sudah berdiri di depan aula. Tepatnya, di meja receptionist. Antara bahagia dan cemas, maklum saja. Persiapan mengumpulkan 900 orang yang tersebar diseluruh penjuru bumi tidaklah cukup disiapkan hanya dalam waktu satu bulan.

Menjelang pukul 10 pagi, sebagian orang yang dinanti telah datang. Acara yang direncanakan mulai pukul 9 pagi pun terpaksa diundur. Panitiapun sibuk mengatur siasat, perubahan pun dirombak seketika. Ketika peserta berjumlah tidak lebih dari 50 orang, acara dimulai.

Namun, ketika lagu Hymne Oh Pondok ku di senandungkan, ada kesalahan teknis dari bagian acara. Irama yang mengiringi lagu dengan suasana formal berubah menjadi irama hentakan bercampur gendang. Seketika tawa peserta mencairkan suasana.

Anas Romzi sang dirigen tak mau tergantung pada musik pengiring Hymne. Setelah jeda beberapa detik, ia mengintruksikan kepada peserta untuk menyanyikan Hymne Oh Pondokku tanpa iringan musik. Suasana berubah seketika, mengingatkan perjuangan 11 tahun yang lalu hidup di kampung damai.

“Oh Pondokku, Engkau Berjasa. Pada Ibu ku Indonesia. Tiap pagi dan petang, kita beramai sembahyang. Mengabdi pada Allah Ta’ala. Di dalam kalbu kita. Wahai pondok tempatku, laksana ibu kandungku nan kasih serta sayang padaku. Oh pondokku. I….bu….ku…” suara peserta serentak.

Berurutan usai menyanyikan Hymne Oh Pondokku, acara diisi dengan sambutan dari Ustad Ahmad Thaufan, SH, mewakili pembina alumni angkatan 2006. Kemudian dari Ahlul Bait, Kyai Mad Rodja, Pimpinan Pondok Modern Darul Muttaqien Bogor. Setelah Ishoma, acara diramaikan dengan Dimas & Odjan Bird Show, Santunan anak yatim yang di pandu oleh Awaluddin Pantomim.

Menjelang ashar, acara makin hangat dengan pengenalan dan peluncuran secara resmi Fabana.id yang di wakili oleh Editor In Chief, Ali Thaufan Ds, Chief Financial Officer, Kahfi Riza dan Chief Content Officer, Syukron Ali.

Baca juga : Fabana Mislu Hadza

Usia tanya jawab singkat. Acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Yayasan Alumni 10 Windu (YA10W) dengan pelantiknya Mark Mubarok. Setelah pengurus mengucap janji suci, acara berlanjut ke pengenalan dan peluncuran secara resmi YA10W oleh Toyib Ridwan dan Rusdi Dagu.

Tak lupa pula pengumpulan donasi dari peserta untuk tambahan dana. Dalam waktu kurang dari 5 menit, dana terkumpul Rp 2 juta lebih. Disela-sela acara, Ari Sanjaya mengenalkan aplikasi database di ponsel pintar.

Kemudian setelah break sholat ashar, acara di meriahkan dengan futsal bersama dan puncak acara diakhiri dengan Tajammuk kambing guling.

“Terima kasih teruntuk sahabat-sahabat panitia Halal Bihalal Glorious Naturalis 680. Atas kerja keras dan keikhlasannya dalam mensukseskan acara kita bersama, Glorious bisa!,” jelas Toyyib Ridwan.

Jangan lewatkan, Kyai Mad Rodja Membuka HalalBiHalal