FABANA.id “Man Jadda wa jada ” , ” Man Shobaro Dhofiro” .

Sambil komat kamit para siswa menghafalkan kata demi kata dari ungkapan Arab tersebut. Gaya menghafal mereka sangatlah beragam ada yang sambil berjalan menghafal dengan suara nyaring, ada juga yang memejamkan mata seolah seperti tertidur tapi sebenarnya dia sedang menghafal.

Begitulah suasana yang saya dapat gambarkan setelah beberapa hari yang lalu berkunjung ke salah satu sekolah dipinggiran surabaya.

Seperti biasa setiap hari selasa para siswa mendapatkan materi pelajaran tambahan mahfudzot, sekilas materi tersebut memang bagi mereka terkesan baru dan belum pernah di dapatkan.

Mahfudzot berasal dari bahasa arab yang kurang lebih memiliki arti kumpulan ungkapan-ungkapan berbahasa Arab yang sarat akan nilai filosofi kehidupan. Materi ini dipilih sebagai salah satu materi yang diberikan kepada para siswa agar mereka memiliki pemahaman yang utuh terhadap lika liku kehidupan.

Secara tidak sadar sebenarnya materi mahfudzot seringkali kita temui di media online ataupun surat kabar, umumnya mahfudzot yang ada saat ini sudah dialihbahasakan ke bahasa indonesia sehingga dapat memudahkan para pendengarnya memahami maksud yang terkandung dari deretan kata-kata tersebut.

Tak jarang pula bagi sebagian orang yang mempercayainya mahfudzot seolah menjadi mantra yang ampuh saat dirinya sedang berada di kondisi yang benar-benar terjatuh. Bak mendapatkan energi baru sejurus kemudian mereka dapat bangkit dari keterpurukan dan kegelisahan yang tak menentu.

Metode yang digunakan para guru dalam menyampaikan materi ini cukup membuat para siswa terhanyut. Bahkan tak jarang untaian kalimat-kalimat indah terlontar. Ustad begitu sapaan para siswa di sekolah, berperan seperti seorang motivator yang ulung, biasanya ustad menggunakan metode tanya jawab dalam menyampaikan materi nya.

Sehingga banyak dari siswa yang antusias menyampaikan permasalahan yang sedang dialaminya agar mendapatkan jalan keluar ataupun solusi yang pas.

Namun esensi utama dari pemilihan materi mahfudzot ini bukan hanya untuk menyelesaikan problema semata. melainkan juga untuk menambah wawasan dan membekali siswa tentang budaya kultur dan tradisi dari masyarakat Arab dahulu yang begitu sarat akan nilai kehidupan.

Upaya untuk menebar kebaikan terhadap sesama sepertinya akan dapat dengan mudah diwujudkan jika dapat berpegang teguh dengan ungkapan indah sarat akan makna.

Begitulah mahfudzot walau hanya deretan kata-kata sederhana biasa, namun diakui atau tidak disetiap detail kata yang tersusun didalamnya terkandung untaian hikmah yang luar biasa. Orang yang lelah akan menjadi bergairah, orang yang malas akan jadi bersemangat, bahkan orang yang menangis pun terkadang bisa tertawa.

Semoga materi mahfudzot yang seringkali disampaikan dan dihafalkan oleh para siswa tersebut bukan hanya sebagai pajangan di benak mereka, melainkan di terapkan langsung pada setiap kegiatan dan aktivitas mereka sehari hari.