FABANA.id-Jakarta. Konferensi Internasional Islamic Universities League (IUL) yang berlangsung selama tiga hari (19-21/9) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menghasilkan Deklarasi Jakarta yang memuat rekomendasi sangat penting khususnya bagi masa depan pendidikan di dunia Islam.

Seminar yang dihadiri langsung oleh Ketua IUL Syaikh Prof. Dr. Abdullah Abdul Muhsin Atturki dari Saudi Arabia dan Sekjen IUL Prof. Dr. Jakfar Abdussalam dari Mesir, serta Duta Besar Saudi Arabia dan Duta Besar Mesir dan sejumlah tokoh penting di tanah air terasa sangat istimewa.

Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada dalam sambutan pembukaan menyampaikan pentingnya sinergi antar perguruan tinggi untuk menyatukan frame strategi pendidikan dan pengembangan SDM di dunia Islam.

“Komunikasi antar perguruan tinggi sangat penting agar ke depan semua perguruan tinggi dapat saling menguatkan satu sama lain untuk memacu peningkatan mutu dan SDM” ujarnya.

Sekjen IUL Prof. Jakfar menyampaikan bahwa IUL yang anggotanya lebih dari 200 perguruan tinggi Islam tersebar di semua benua, kecuali Benua Australia yang sedang dijajakinya, akan terus bekerja menyatukan dan mengkoordinasikan antar semua perguruan tinggi yang berada di bawah naungan IUL.

Prof. Jakfar menyoroti tantangan global yang sangat berat dan cepat agar perguruan tinggi Islam dapat dapat menjawab tantangan-tantangan tersebut dengan cerdas dan tepat.

Syaikh Atturki yang juga merupakan Penasehat Dewan Kerajaan Saudi Arabia menekankan pentingnya persatuan umat Islam. Melalui IUL, Atturki akan mendorong agar rumusan-rumusan konferensi yang sangat strategis ini dapat dimanfaatkan oleh banyak perguruan tinggi untuk pengembangan peradaban manusia di dunia.

Atturki juga menyeru kepada perguruan tinggi untuk merumuskan dan menjadi terdepan dalam mengembangkan dan mendidik generasi Islam yang moderat, jauh dari fanatisme buta dan paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran ahlus sunnah wal jamaah.

Atturki yang Mantan Sekjen Rabithah Alam Islami itu juga menyampaikan bahwa manusia itu hakikatnya satu, jangan sampai terbelah karena perselisihan-perselisihan yang kecil, sehingga menjadikannya bertikai dan bahkan perang serta menghindari fitnah. “Inilah diantara yang sering menyita waktu dan energ kita, sehingga menghambat laju perkembangan dunia Islam” paparnya.

“Umat manusia membutuhkan kedamaian, ketentraman dan ketenangan hidup, maka perguruan tinggi yang berada di bawah naungan IUL harus dapat berperan aktif mendidik generasi muda dengan pemahaman yang benar agar kebutuhan manusia tersebut dapat terwujud” lanjutnya.

Atturki menyayangkan selama ini radikalisme dan terorisme yang memakai baju Islam justru menghancurkan nama Islam yang sebenarnya. “IUL harus mengambil peran mengembalikan mereka kepada ajaran ahlus sunnah yang benar” imbuhnya.

Atturki juga meminta Saudi Arabia bersama Mesir dan Indonesia serta dunia Islam lainnya harus berperan aktif dalam menyelesaikan pertikaian dunia, khususnya di dunia Islam. Kemudian ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Kerajaan Saudi Arabia dan Pemerintah Mesir atas terselenggaranya Konferensi Internasional di Jakarta.

Delegasi juga bertemu dengan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di kantornya. Pertemuan yang dihadiri juga oleh Duta Besar Mesir untuk Indonesia itu digunakan untuk menegaskan dan memantapkan kembali peran keummatan dan dakwah islamiyah antara Indonesia, Saudi Arabia dan Mesir. Dalam kesempatan itu, Menag menyambut baik dan positif Konferensi Internasional dapat terlaksana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Menag juga mengajak kepada semua perguruan tinggi Islam untuk terus mendorong agar permasalahan-permasalahan yang saat ini terjadi di belahan dunia khususnya dunia Islam segera dapat teratasi dengan baik.

Konferensi berhasil merumuskan Deklarasi Jakarta, yang dibacakan oleh Mantan Dekan Fak. Kedokteran Univ. Al-Azhar Mesir Prof. Dr. Ishak Abdul Al di depan seluruh delegasi dan peserta konferensi.

Kepada awak media melalui pesan singkatnya, Pimpinan Pondok Modern Tazakka Kiai Anizar Masyhadi bersama Dekan Fak. Dirasat Islamiah UIN Dr. Hamka Hasan yang ikut merumuskan Deklarasi Jakarta tersebut menyampaikan, bahwa pembahasan Deklarasi Jakarta sangat panjang dan melalui diskusi yang sangat intensif.

Pondok Modern Tazakka merupakan kepanjangan tangan dan kepercayaan dari Islamic Universities League di Indonesia dalam pelaksanaan Konferensi dan UIN Jakarta menjadi tuan rumah Konferenai Internasional IUL tersebut.

Foto: Anizar Masyhadi