Merubah mindset masyarakat dari konsumtif menjadi lebih produktif agaknya sukar untuk dilakukan, hal ini bukan tanpa alasan. karena masyarakat saat ini sedang terjangkiti budaya instan sehingga masyarakat cenderung akan abai dengan hal-hal yang bersifat ribet dan memakan waktu lama.

FABANA.id. #SayangUangnya. Tagar tersebut menjadi kampanye untuk mengajak masyarakat kembali kepada hidup hemat, kampanye ini dilandasi atas dasar bahwa masyarakat saat ini cenderung menjadi masyarakat konsumtif. ajakan untuk hidup hemat yang diinisiasi oleh salah seorang psikolog bernama ajeng raviando ini menjadi jawaban atas perilaku konsumtif yang kini sudah merajalela.

Perilaku konsumtif yang saat ini menjangkit merupakan konsekuensi logis adanya perkembangan zaman yang begitu cepat. terlebih saat ini perkembangan IT khususnya pada bidang online shop semakin memberikan kemudahan-kemudahan yang justru akan semakin membuat masyarakat konsumtif.

Merubah mindset masyarakat dari konsumtif menjadi lebih produktif agaknya sukar untuk dilakukan, hal ini bukan tanpa alasan. karena masyarakat saat ini sedang terjangkiti budaya instan sehingga masyarakat cenderung akan abai dengan hal-hal yang bersifat ribet dan memakan waktu lama.

Budaya konsumtif ini menurut ajeng raviando umumnya banyak menjangkit pada seseorang yang lahir pada tahun 1980an keatas atau biasa disebut dengan generasi milineal. generasi ini disebut menjadi generasi awal dimana budaya konsumtif sedang tumbuh subur, hal ini bisa dilihat dari percepatan perkembangan IT, dan perubahan gaya hidup. pada generasi ini seolah dimanja oleh keadaan, saat beberapa kemudahan banyak didapat maka yang terjadi adalah budaya konsumtif.

Ajeng raviando memberikan sedikit tips untuk dapat membiasakan diri hidup hemat, yakni STOP (Stop, Think, Observe, Proceed).

1. Stop
Berhenti untuk belanja kebutuhan yang memang itu tidak terdapat pada daftar kebutuhan harian, biasanya seseorang cenderung mengedepankan keinginan nya memiliki banyak sesuatu tanpa memikirkan kemampuan diri, tanpa memperhitungkan pemasukan yang diterima, sehingga yang terjadi adalah pembengkakan pengeluaran. pandai-pandailah memilah antara kebutuhan dan keinginan.

2. Think
Coba anda pikirkan dahulu segala sesuatu yang ingin dibeli atau dimiliki, jika perlu buat list kebutuhan harian dan bulanan yang perlu dibeli. manfaatkan sesuatu yang ada dirumah dahulu sebelum memutuskan membeli diluar, jika dirumah ada beberapa bahan untuk dapat diolah menjadi jajanan, maka tidak perlu lagi ke warung atau toko untuk membeli camilan.

3. Observe
Lakukan observasi mendalam tentang barang atau hal yang ingin dimiliki, kecenderungan untuk dapat membeli barang diluar batas kemampuan diri biasanya menjadi godaan. Saat sudah memiliki sepeda motor dengan transmisi matic, maka lakukanlah observasi mendalam pada diri apa perlu lagi membeli motor lain dengan CC dan transmisi yang diatasnya. observasi bisa dilakukan salah satunya dengan cara membandingkan beberapa item yang memiliki spesifikasi hampir sama dengan biaya yang relatif lebih terjangkau.

4. Proceed
Perlu dipikirkan pula proses pembayaran yang akan dipakai saat membeli sesuatu, jika memang memungkinkan membayar cash maka jangan sampai mengajukan kredit dengan catatan harus membayar sekian bulan, tahun dll melebihi dari harga umumnya. usahakan dapat ditabung jika memiliki beberapa sisa kembalian pada saat proses pembayaran.

Marilah hidup hemat, sekarang juga.