Cermin merupakan benda mati yang paling jujur di dunia ini, dia akan memberi tahu seseorang sesuai dengan bentuk dan tampilan alaminya. Cermin pun tidak pernah mengada-ada keberadaanya akan selalu mengatakan yang sebenarnya, tidak pandang itu cermin yang berharga ratusan atau jutaan rupiah, hakikatnya tetaplah sama. kualitas diri seseorang akan selalu tampak sesuai, jika dirinya seringkali bercermin.

FABANA.id. Siapa tak tahu cermin, bentuknya pun beragam, baik itu besar atau kecil ukuranya, tetaplah punya fungsi yang penting. Keberadaanya selalu saja dapat memberi manfaat bagi pemiliknya. Bayangkan saja jikalau benda bernama cermin itu tidak ada di dunia ini, pastinya setiap manusia akan merasa kerepotan. Maka tak heran jika disetiap tempat selalu terpampang cermin,benda yang sederhana memang, sampai-sampai di toilet sekalipun dipasang sebuah cermin.

Manusia akan sangat terbantu dengan cermin, dari mulai hanya sekedar melihat bentuk tubuh atau wajah, hingga mengetahui cantik atau tampan setiap manusia akan bercermin. Siapa juga yang tahu sejak kapan cermin ditemukan, konon penciptaan cermin bermula dari air kolam yang tenang, sehingga bentuk wajah kita dapat tergambar jelas pada bidang air kolam tenang tersebut.

Memang perlu waktu lama untuk sekedar mempelajari sejarah penciptaan cermin, namun lebih penting lagi adalah mengenal fungsi dan manfaatnya lebih dalam serta luas. Biasanya peruntukkan cermin lebih banyak digunakan oleh wanita daripada laki-laki. bahkan cermin menjadi barang yang harus dibawa seorang wanita jika bepergian. Benda bernama cermin itu pun selalu dibawa kemana-mana, umumnya kaum wanita menggunakan cermin untuk melihat tampilan wajahnya dan memastikan bahwa pesonanya tidak luntur.

Pemandangan bercermin yang dilakukan kaum wanita hampir terjadi di berbagai tempat, seperti saat berada di bus, kereta ataupun juga di kendaraan pribadi. Kebiasaan yang banyak dilakukan oleh kaum wanita setelah melihat wajahnya lewat cermin, sepertinya patut ditiru oleh siapapun, tua, muda, rakyat biasa hingga konglomerat pun harusnya demikian. Karena cermin sudah menjadi kebutuhan pokok bukan saja untuk kaum wanita, tetapi juga untuk kaum laki-laki pada zaman sekarang ini.

Siapapun akan dapat melihat wajahnya lewat cermin, bahkan untuk bisa melihat penampilan kaum laki-laki dan wanita pun juga melihatnya lewat cermin. Fungsi cermin sangatlah utama bagi siapapun, dari cermin seseorang akan mendapatkan banyak informasi.

Saat seseorang bercermin dan mendapati dirinya sedang tampil tak sesuai dengan keinginan, pastinya dirinya akan segera merubahnya agar kembali sesuai dengan yang diharapkan. Cermin pun tak akan pernah marah terlebih bosan untuk memberi tahu kepada siapapun dan kapanpun, justru dia akan bersuka cita dan senang jika keberadaanya selalu dibutuhkan.

Cermin merupakan benda mati yang paling jujur di dunia ini, dia akan memberi tahu seseorang sesuai dengan bentuk dan tampilan alaminya. Cermin pun tidak pernah mengada-ada keberadaanya akan selalu mengatakan yang sebenarnya, tidak pandang itu cermin yang berharga ratusan atau jutaan rupiah. Hakikatnya tetaplah sama. kualitas diri seseorang akan selalu tampak sesuai, jika dirinya seringkali bercermin.

Setiap orang akan berusaha untuk selalu berpenampilan sempurna di mata siapapun, setiap orang akan berjuang untuk meraih cita-cita atau impian yang ingin diwujudkan. Kesemuanya itu bisa dilakukan jika intensitas kegiatan bercermin seseorang sudah sering dilakukan, tentunya bukam sekedar bercermin biasa lalu kemudian selesai. Tetapi cobalah amati lekuk demi lekuk detail penampilan, serta amati pula kesesuaian pakaian yang melekat pada tubuh. Saat seseorang jeli melihat penampilannya sendiri, berarti dia juga akan dengan mudah pula menghargai penampilan orang lainya.

Perhatian besar yang dimiliki oleh seseorang terhadap segala yang melekat pada dirinya, harusnya menjadi modal besar agar tidak besar kepala dihadapan orang lain. Bahwa apa yang ditampilkan oleh cermin adalah kejujuran, maka tampakkan pula kejujuran itu pada diri, bukan lantas mengumbar janji yang ujungnya adalah ketidakpastian.

Cermin, sedianya hanya menampilkan bentuk fisik seseorang dari luar. kemolekan tubuh, serta ketampanan wajah semuanya bukan jaminan bahwa itu merupakan cerminan kebaikan hati dan jiwanya. Bentuk fisik luar yang ditampilkan cermin merupakan pantulan duplikasi sosok seseorang yang bersifat subjektif. Cerminan bentuk dalam yang dimiliki seseorang belum sepenuhnya dapat dilukiskan oleh benda bernama cermin. Laksana pemantul cahaya, cermin akan menyinari sekelilingnya dengan sinar terang yang akan menaungi.

Marilah kita bercermin setiap hari, sebagaimana kita menulis sepanjang hari.