Anak-anak yang lebih bebas bermain dan berinteraksi dengan alam cenderung lebih optimal perkembangannya. Saat anak berbain dengan air, tanah dan pasir, anak lebih ekspresif dibanding hanya main gadget dan nonton televisi, ujar psikolog keluarga, Sani B. Hermawan.

Interaksi anak dengan alam dan lingkungan juga bisa meningkatkan ketrampilan sosial, kreativitas, dan auto-imun anak. Jadi daya tahan tubuhnya lebih kuat menghadapi penyakit dan perubahan cuaca.

Namun, ia melanjutkan, kebebasan bermain yang diberikan orang tua tetap harus punya tujuan. “Orang tua tahu misalnya main tanah liat itu untuk belajar membuat tembikar,” katanya.

Sani mengatakan, orang tua sebaiknya orang tua mendampingi anak-anak bermain. “Bagusnya orang tua tidak hanya menyuruh, tapi jadi role model. Buat anak melihat senang saat bermain lumpur atau main di rumput tanpa alas kaki,” katanya.

Idealnya, ia menambahkan, orang tua juga memberitahu konsekuensi kebebasan bermain kepada anak.  Hal ini untuk menanamkan tanggung jawab saat dewasa nanti.

“Habis main, ajak anak untuk cuci yang kotor. Biar anak merasa bahwa mencuci juga menyenangkan. Jadi full circle,” demikian ungkapnya.

Sumber: Antara
Foto: Viva.co.id