Author: Syukron Ali

“Gontorisasi” NKRI

Kesimpulan “Gontorisasi” berikut ini perlu dipertanyakan keakurasiannya. Karena hanya bermodalkan analisa pribadi yang berbasiskan data dan informasi yang ditemui berserakan di berbagai jalan Fabana.id- Lembaga pendidikan berbasis Pesantren adalah satu-satunya lembaga warisan sesepuh Nusantara. Kiprahnya, kontribusinya bagi negeri tidak perlu diragukan lagi. Peran santri dan ulama sangat mengakar kuat dalam proses pendirian sebuah negara bernama Indonesia. Ada banyak nama-nama Pondok Pesantren yang sejak era kolonial hingga milenial tetap eksis dan tetap tangguh menghadapi revolusi industri jilid 4. Salah satunya adalah Pondok Modern Darussalam Gontor yang tahun lahirnya secara resmi bersamaan dengan tahun lahirnya Nahdhotul Ulama. Bahkan jauh sebelum itu,...

Read More

Dari Nada dan Dakwah Hingga Musik Edukasi

Program Musik Edukasi adalah sebuah konsep pembelajaran yang ide dasarnya dikembangkan oleh Letto sebagai bentuk upaya Letto berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk menumbuhkan generasi yang berpikir aktif, kreatif, teliti dan berdaulat atas dirinya. Berdakwah Lewat Musik Fabana.id. Judul Nada dan Dakwah pertama kali muncul pada film garapan sutradara kondang Almarhum Chaerul Umam pada tahun 1991. Film bergenre drama Islami tersebut dibintangi oleh para public figure ternama di negeri ini. Yaitu, Rhoma Irma, Ida Iasha Deddy Mizwar dan KH Zainuddin MZ. Judul tersebut kembali berkibar ketika Rhoma Irama sering mengisi program ‘Nada dan Dakwah’ di Indonesia. Sebuah konser musik khas...

Read More

Jatuh Bangun Program Studi BPI UAI

Seperti yang diceritakan oleh Hakam, saat itu pihak Universitas hanya memberikan waktu satu bulan kepadanya untuk mencari mahasiswa yang mau belajar di program studi yang nasibnya waktu itu la yahya wa laa yamut.   FABANA.id. “Namamu Siapa?” “Ali. Pak?” “Kalau kamu kenalan sama orang, kamu nyebutin agama kamu tidak?” “Enggak pak?” “Enggak kaan. Karena nama Ali itu identik dengan nama Islam. Jadi kamu tidak perlu menyebutkan Ali Islam, bukaan?” Begitu diantara percapakan yang terjadi antara rektor pertama Universitas Al Azhar Indonesia dengan para mahasiswa Healing & Conseling pada pertengahan tahun 2009 saat ingin memastikan kelanjutan nasib program studi Healing...

Read More

Hipster, Antara Follower dan Counter Attack

Pakai baju batik, misalnya. Selama punya kesadaran akan nilai yang dianut, itulah real hipster. Bangga menjadi bangsa Indonesia, yang nggak bisa di Amerikanisasi, Eropanisasi, atau Arabinasisai. FABANA.id. Sering lihat orang berpenampilan nyentrik dan terkesan ‘aneh’, karena beda dari umumnya? Misalnya. Kalau bepergian jauh atau dekat, lebih suka naik sepeda fixie. Padahal jalan kaki kan bisa kalau dekat. Selera musiknya, bukan musik populer. Lebih suka aliran musik indie yang nama band dan jenis musiknya rada nggak familiar ditelinga. Kalau berbicara, agak berfilosofis. Hobinya foto ala instagram dengan smartphone terbarunya. Dari segi fashion. Untuk yang cewek, kemana saja perginya, selalu pakai...

Read More

Marapulai, Sepatu Lokal Selera Global

Indonesia, bisa! Sebagian orang bilang itu hanya slogan belaka. Tapi nggak sedikit dari kita sudah membuktikan benar-benar bisa.Ketika banyak anggapan muncul usaha-usaha Indonesia cuma jago kandang, Muhammad Ilham Nirwan membuktikan anggapan itu nggak sepenuhnya benar. FABANA.id Usaha pakaian di negeri sendiri boleh jadi hal biasa. Tapi membuat produk lokal di negeri orang, hemm. Ini baru luar biasa. Muhammad Ilham Nirwan membuktikannya. Sejak lulus master di Hochschule Bremerhaven Jerman, Juni 2012 lalu, bersama sang isteri, Saskia Van Der Heijden, membangun usaha sepatu di Jerman, tepatnya di Hamburg. Ilham tahu persis Jerman terkenal dengan teknologi maju. Tapi, Ilham ingin membuktikan, handmade...

Read More

Citifin Multifinance Syariah

Simple, Meaningful