Ahmad Dahlan adalah tokoh yang akan dikenang sepanjang masa. Ia adalah pendiri organisasi masyarakat Islam terkemuka di Indonesia, Muhammadiyah. Ahmad Dahlan yang mempunyai nama kecil Muhammad Darwisy. Ia termasuk pahlawan nasional. Ia juga bergabung sebagai anggota Boedi Oetomo, sebuah organisasi kepemudaan pertama di Indonesia.

Dahlan dikenal sebagai pembaharu yang sangat mengedapankan idealisme dalam hidupnya terutama menyangkut masalah pendidikan. Selain aktif sebagai penggerak dakwah Muhammadiyah, Dahlan juga dikenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup berhasil dengan berdagang batik. Pada saat itu profesi sebagai wiraswasta yang cukup diminati masyarakat.

Sebagai seorang kyai yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan mempunyai gagasan-gagasan cemerlang, Dahlan juga dengan mudah diterima dan dihormati di tengah kalangan masyarakat. Meski demikian, ia juga mendapat banyak tantangan di masyarakat karena dianggap merubah paradigma tradisi yang berlaku di masyarakat. Seiring berjalannya waktu, Dahlan menjadikan Muhammadiyah mendapatkan tempat di masyarakat seperti ormas sebelumnya: Jam’iyatul Khair, Budi Utomo, dan Syarikat Islam.

Pada bidang pendidikan, Dahlan bisa dikatakan mereformasi sistem pendidikan pesantren zaman itu. Menurutnya pendidikan pesantren tidak jelas jenjangnya dan tidak efektif metodenya lantaran mengutamakan menghafal dan bahkan mengesampingkan ilmu pengetahuan umum. Oleh sebab itu, Dahlan mendirikan sekolah-sekolah agama dengan memberikan pelajaran pengetahuan umum serta bahasa Belanda.

Dahlan juga dikenal sebagai tokoh Islam yang memasukkan pelajaran agama pada sekolah-sekolah umum. Dahlan terus mengembangkan dan membangun sekolah-sekolah. Hal ini pula yang dikemudian hari menjadikan ormas Muhammadiyah sebagai ormas yang banyak mendirikan sekolah, masjid, rumah sakit, poliklinik, dan panti asuhan.

Selain sebagai reformis pendidikan Islam, Dahlan juga melakukan kegiatan dakwah. Ia semakin meningkatkan dakwah dengan ajaran pembaruannya. Di antara ajaran utamanya yang terkenal, beliau mengajarkan bahwa semua ibadah diharamkan kecuali yang ada perintahnya dari Nabi Muhammad.

Dahlan merupakan seorang yang sangat hati-hati dalam kehidupan sehari-harinya. Terdapat sebuah nasehat yang ditulisnya dalam bahasa Arab sebagai pesan bagi dirinya sendiri: “Wahai Dahlan, sungguh di depanmu ada bahaya besar dan peristiwa-peristiwa yang akan mengejutkan engkau, yang pasti harus engkau lewati. Mungkin engkau mampu melewatinya dengan selamat, tetapi mungkin juga engkau akan binasa karenanya. Wahai Dahlan, coba engkau bayangkan seolah-olah engkau berada seorang diri bersama Allah, sedangkan engkau menghadapi kematian, pengadilan, hisab, surga, dan neraka. Dan dari sekalian yang engkau hadapi itu, renungkanlah yang terdekat kepadamu, dan tinggalkanlah lainnya.”

Apa yang ditulis Dahlan di atas, tampaknya menjadi nasehat bagi kita semua. Tanggung jawab terhadap pendidikan yang dilakukan Sang Pencerah menginspirasi banyak umat Islam di Indonesia.

*) artikel ini disarikan dari berbagai sumber.

Oleh: Tim Peringatan Hari Pendidikan Fabana.id